11 Gejala Penyakit Nekrosis Pada Tanaman

Fitopatologi atau biasa disebut dengan ilmu penyakit tanaman merupakan suatu bidang ilmu yang mempelajari mengenai tanaman yang sakit akibat adanya proses fisiologi yang tidak normal. Ilmu penyakit tanaman juga dapat didefinisikan sebagai suatu ilmu yang mempelajari berbagai virus, bakteri, fungi, nematoda, dan tanaman tingkat tinggi yang memiliki pengaruh dalam menimbulkan kerusakan dan penyakit pada suatu tanaman dan hasil tanaman.

Memiliki pengetahuan yang tepat akan suatu penyakit pada tanaman sangat penting untuk diterapkan, terlebih terkait dengan diagnosis suatu penyakit tanaman. Penyakit yang terjadi pada tanaman dapat diketahui berdasarkan gejala-gejalanya, seperti perubahan warna yang terjadi, perubahan bentuk, kelayuan, dan lain sebagainya.

Terjadinya suatu penyakit dipengaruhi oleh interaksi ketiga faktor yang biasa dikenal dengan segitiga penyakit, diantaranya yaitu inang atau tumbuhan dimana suatu patogen memenuhi kebutuhan hidupnya, patogen atau organisme penyebab suatu penyakit, dan lingkungan yang bersifat abiotik meliputi suhu, kelembaban, curah hujan, angin, dan intensitas matahari.

Nekrosis merupakan salah satu gejala penyakit pada tanaman. Nekrosis dapat didefinisikan sebagai matinya suatu jaringan baik pada kulit kayu ataupun daun tanaman yang disebabkan adanya infeksi suatu patogen. Beberapa gejala penyakit nekrosis pada tanaman diantaranya yaitu :

1. Hidrosis

Gejala pertama penyakit nekrosis pada tanaman yaitu hidrosis. Hidrosis mengandung kata hidro yang berarti air. Hidrosis dapat diartikan sebagai gejala dimana suatu tanaman akan tampak kebasah-basahan. Hidrosis dapat disebabkan karena keluarnya air sel dari ruang sel dan kemudian masuk ke dalam ruang sela-sela sel, sehingga bagian tersebut akan tampak kebasah-basahan.

2. Terbakar (scorch/burn)

Gejala kedua penyakit nekrosis pada tanaman yaitu terbakar atau burn. Gejala dapat diartikan sebagai gejala mengeringnya bagian tanaman tertentu yang disebabkan karena adanya faktor abiotik. Gejala ini ditunjukkan dengan kematian suatu bagian tanaman tertentu secara cepat serta meliputi bagian yang luas dan tidak teratur. Tanaman yang menunjukkan gejala ini akan tampak berwarna kecoklatan seperti terkena suhu yang tinggi. Contohnya yaitu bacterial leaf scorch.

3. Blight

Gejala ketiga penyakit nekrosis pada tanaman yaitu blight. Blight merupakan kematian pada bagian tanaman secara cepat akibat adanya aktivitas patogen. Blight dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu early blight dan late blight. Early blight dapat ditunjukkan dengan adanya bercak cincin konsentris yang disebabkan karena infeksi jamur Alternaria spp.

Sedangkan late blight dapat ditunjukkan dengan adanya bercak busuk pada bagian umbi atau bagian tanaman tertentu lainnya yang disebabkan karena infeksi jamur Phytophthora spp. Contoh late blight yaitu late blight Phytophthora infestans (Mont) de Bary.

4. Blast

Gejala selanjutnya yaitu blast. Blast dapat diartikan sebagai gejala kematian yang berlangsung secara cepat dan berlokasi di bagian pucuk tanaman atau bagian pembungaan. Contohnya yaitu rice blast disease Pyricularia spp. Sacc.

5. Rot

Rot merupakan gejala busuk pada suatu bagian tanaman dan biasanya pada bagian tanaman yang tebal seperti buah, batang, dan akar, namun tidak menutup kemungkinan dapat terjadi pada bagian tanaman yang lain. Rot pada umumnya disebabkan karena infeksi suatu patogen. Rot dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu dry rot atau busuk kering dan wet rot atau busuk basah.

Dry rot biasanya terjadi pada bagian kulit yang layu dan disebabkan karena infeksi suatu jamur. Jika terbentuk jaringan kalur pada bagian terpi yang terinfeksi, maka akan membentuk cancer. Wet rot merupakan nekrosis yang basah dan berlendir, memiliki bercak yang tidak berbentuk khusus, serta pada umumnya disebabkan karena infeksi jamur, nematoda, maupun virus.

Contoh-contoh rot diantaranya yaitu Phytophthora root rot (busuk akar Phytophthora), black root rot (busuk akar hitam), bacterial soft rot (busuk lunak bakteri), root and stem rot (busuk akar dan batang), Rhizopus soft rot (busuk lunak Rhizopus), sheath rot (busuk selubung/pelepah), ring of potato (busuk kentang), dan lain sebagainya.

6. Klorosis/yellowing

Klorosis dapat diartikan sebagai gejala rusaknya klorofil pada suatu bagian tanaman yang sebelumnya berwarna hijau kemudian menjadi menguning. Oleh karena itu, klorosis juga memiliki nama lain yaitu yellowing. Contoh klorosis diantaranya yaitu penyakit buai jagung oleh Pseronosclerospora maydis, potato yellow vein disease, barley yellow dwarf virus, bhendi yellow vein mosaic virus, onion yellows phytoplasma, dan lain sebagainya.

7. Perforasi

Perforasi merupakan gejala terbentuknya suatu lubang karena adanya sel-sel yang mati yang runtuh pada bercak nekrosis. Contoh perforasi yaitu daun karet yang terserang oleh mycrocylus ulei.

8. Eksudasi

Eksudasi dapat diartikan sebagai suatu gejala berupa keluarnya cairan dari suatu tanaman. Contoh eksudasi yaitu pada batang karet yang terserang upasia salmonicolor akan mengelurkan eksudat berupa lateks dari dalam batang. Selain itu, jeruk yang terserang diplodia natalensis akan mengeluarkan eksudat berupa blendok.

9. Layu

Layu merupakan gejala yang timbul akibat hilangnya turgor pada bagian daun atau tunas pada suatu tanaman karena adanya gangguan pada jaringan pengangkutan. Contoh layu yaitu tanaman tomat yang terinfeksi oleh fusarium oxysporum.

10. Cancer

Cancer dapat diartikan sebagai gejala kematian jaringan kulit yang terjadi pada bagian tanaman yang berkayu seperti batang, ranting, ataupun akar. Pada jaringan yang terkena cancer, bagian tepinya akan membentuk suatu jaringan yang dinamakan jaringan kalus. Contoh cancer yaitu pada bidang sadapan karet yang terinfeksi oleh phytophthora palmivora.

11. Scald

Scald merupakan gejala memutihnya epidermis pada bagian buah maupun daun. Contoh scald yaitu leaf sclad Monographella albescens.

Gejala dari penyakit suatu tanaman akan dapat berbeda maupun sama pada tanaman-tanaman yang lain. Jika beberapa penyakit menyerang pada satu tanaman, maka akan sulit untuk mengenali gejala pada tanaman tersebut ataupun menentukan penyebab utama penyakit pada tanaman tersebut.

Oleh karena itu, penting untuk mempelajari macam-macam jenis gejala penyakit pada tanaman agar dapat mengetahui penyebab utama tanaman tersebut sakit sehingga tindakan pengendalian beserta pencegahan dapat segera dilakukan.

Gejala penyakit pada tanaman dapat dibedakan berdasarkan sifat gejala yang timbul, sifat pengaruh yang diberikan (langsung dan tidak langsung), ukuran gejala yang terjadi, dan secara morfologis dan anatomis.