Home » Hewan » Ikan » 7 Cara Budidaya Ikan Air Tawar Kolam Terpal bagi Pemula

7 Cara Budidaya Ikan Air Tawar Kolam Terpal bagi Pemula

by Harni Mutia Sara S.Si

Kolam terpal dinilai praktis dan meminimalisir biaya untuk pembuatan kolam dibanding dengan pada cara budidaya gurame di kolam beton. Alternatif penggunaan terpal, peternak dapat menggunakan baligho bekas dengan keadaan yang masih baik. Persiapan budidaya harus dilakukan secara matang agar panen yang dihasilkan sesuai dengan harapan.

Cara budidaya ikan air tawar kolam terpal tidak jauh berbeda dengan budidaya ikan air tawar pada umumnya. Ada banyak pilihan ikan yang dapat dibudidayakan dalam kolam terpal diantaranya ikan lele, ikan nila, ikan gabus, ikan mas, dan lain – lain.

Keuletan dan ketelatenan budidaya ikan sangat dibutuhkan karena akan berpengaruh pada hasil panen ikan. Cara budidaya ikan dalam kolam terpal pemula sebaiknya peternak benar – benar memahami jenis ikan apa yang dibudidayakan agar penyediaan pakan serta lahan ideal untuk jenis ikan tersebut.

Langkah – Langkah Budidaya Ikan Air Tawar di Kolam Terpal

Cara budidaya ikan air tawar kolam terpal diterapkan pada lahan dengan air dan luas terbatas yang dapat meminimalisir biaya perawatan ikan air tawar. Banyak peternak ikan pemula yang melakukan budidaya menggunakan kolam terpal.

1. Persiapan Alat dan Bahan

  • Cara budidaya ikan air tawar kolam terpal pada tahap pertama yaitu harus membeli alat dan bahan yang akan digunakan.
  • Bahan dan alat yang dibutuhkan harus sesuai dengan luas kolam yang akan dibuat. Peternak harus membeli terpal sesuai dengan luas yang dibutuhkan.
  • Batas kolam harus disiapkan sesuai dengan dana modal maupun kebutuhan. Dasar dan dinding kolam yang dapat digunakan yakni tanah, bambu, atau besi.
  • Peternak harus memiliki pertimbangan anggaran serta jenis ikan yang akan dibudidaya. Kedalaman dan luas kolam akan berpengaruh pada luas terpal yang harus dibeli. Cara budidaya ikan mas di kolam terpal telah banyak dilakukan dan mendapatkan keuntungan pada hasil panen.

2. Persiapan Lahan

  • Cara budidaya ikan air tawar kolam terpal pada umumnya menyediakan lahan dengan luas tergantung pada kepemilikan peternak.
  • Pertimbangan jenis ikan yang akan dibudidaya juga sangat penting karena berpengaruh pada keputusan kedalaman kolam dan kepadatan benih yang ingin disebar.
  • Pemilihan lahan yang terkena sinar matahari langsung dan tidak langsung harus dipertimbangkan sesuai degan kebutuhan jenis ikan.

3. Persiapan Bibit Ikan

  • Persiapan bibit ikan dapat dipertimbangkan sesuai dengan kebutuhan pasar. Kebutuhan pasar akan ikan di berbagai daerah berbeda – beda. Peternak harus jeli dalam melihat peluang sebagai seorang produsen.
  • Cara budidaya ikan air tawar kolam terpal dengan mengetahui bibit – bibit unggul yang akan dibudidayakan. Bibit – bibit yang baik akan menghasilkan ikan unggulan yang bernilai tinggi di pasar.

Jenis ikan disesuaikan dengan karakteristik wilayah dan jenis air yang akan digunakan dalam budidaya. Cara budidaya ikan lele di kolam terpal cukup mudah diterapkan pada daerah dataran rendah.

4. Pembuatan Kolam Terpal

Pembuatan kolam dengan batas dari kayu dan besi harus dibuat lubang sehingga sirkulasi air masuk dan keluar dapat berjalan dengan baik.

  • Pembuatan kolam dengan dasar dan pinggiran tanah hanya perlu mengubur pinggiran terpal yang digunakan sehingga tidak terjadi tarik menarik yang akan beresiko kebocoran.
  • Pada kolam berdasar tanah direkomendasikan untuk meratakan permukaan bawah dengan batu bata yang ditutupi dengan sekam.
  • Permukaan bawah yang rata akan memberikan cukup pengaruh pada perkembangan ikan.
  • Pada cara budidaya ikan lele dalam terpal hal tersebut menguntungkan peternak karena mendapat hasil panen cukup melimpah.

5. Persiapan Kolam Ikan Air Tawar

  • Pembuatan saluran air yang baik di kolam berguna untuk mempertahankan kejernihan air tanpa harus dilakukan pengurasan.
  • Saluran juga akan membuat sirkulasi udara di air menjadi baik, sehingga ikan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
  • Salah satu yang direkomendasikan dalam pembuatan sirkulasi yang baik yakni menggunakan pipa 1 inch dan pump air serta penyaring.
  • Pembuatan saluran buangan pada umumnya menggunakan pipa 5 – 10 inch sesuai dengan kebutuhan.
  • Tahap nomor 6 ini adalah membuat saluran air untuk pembuangan air. karena nanti ketika dalam.
  • Uji coba kolam dengan mengisi air sedikit, hal tersebut untuk mengetahui ada atau tidaknya kebocoran.
  • Kolam air yang diisi dibiarkan beberapa saat untuk melihat ada atau tidaknya volume air yang berkurang.
  • Kolam yang telah dipastikan tidak mengalami kebocoran kemudian ditaburkan pupuk kandang atau pupuk organik.
  • Kolam yang telah ditaburi kemudian didiamkan selama beberapa hari (2 – 3 hari).
  • Kolam yang telah berwarna kehijauan pertanda telah banyaknya plakton dan hewan kecil yang berkembang biak. Plankton da berbagai mahluk kecil akan menjadi nutrisi untuk ikan air tawar.

6. Penebaran Benih Ikan Air Tawar Kolam Terpal

  • Bibit ikan ditebar dengan sesuai dengan luas kolam dan kepadatanya.
  • Ikan tidak perlu diberi makan 2 – 3 hari karena dibiarkan memakan hewan kecil dan plankton yang telah menyebabkan kolam berwarna hijau.
  • Pemberian pakan ikan harus disesuaikan dengan jenis ikan yang dibudidayakan. Berbagai pakan alami dapat diberikan seperti tumbuhan azolla yang ada dipesawahan pada cara budidaya ikan gabus.
  • Skala pemberian pakan tergantung pada besar ikan dan kebutuhan setiap jenis. Para peternak harus memperhatikan jumlah pakan yang diberikan. Jumlah pakan yang berlebihan dapat menimbulkan keracunan pada ikan.
  • Pada ukuran bibit pada umumnya pakan diberikan dalam skala 2 kali sehari yakni pagi dan sore dengan takaran yang sesuai.
  • Pemberian vitamin akan menghidari ikan dari berbagai bakteri dan jamur yang membuat kematian pada ikan. Vitamin akan membuat tubuh ikan bertambah kuat dan mengalami proses pertumbuhan yang maksimal.
  • Perawatan terhadap berbagai hama harus diperhatikan sehingga ikan dapat dibudidayaka dengan baik.
  • Ikan harus diperhatikan setiap harinya, ikan yang mengalami perkembangan pesat dan perkembangan lambat, keduanya harus disortir dan dipisahkan. Hal tersebut terjadi kemungkinan karena adanya kompetesi antar ikan dalam makanan.
  • Ikan yang berkembang pesat dan tumbuh menjadi induk terbaik untuk sumber bibit berikutnya.
  • Pengurasan air kolam dapat dilakukan tergantung pada kebutuhan. Pengurasan air harus teratur tergantung pada jenis ikan agar pertumbuhan menjadi lebih maksimal.

7. Pemanenan Ikan dari Kolam Terpal

Peternak harus menentukan panen yang akan dilakukan sebagian atau menyeluruh. Pemilihan tersebut dapat berdasarkan bobot ikan maupun kebutuhan pasar akan jenis ikan yang dibudidayakan.

Ikan yang diangkat menggunakan air kemudian bobot ikan tidak memenuhi syarat sebaiknya dipisahkan terlebih dahulu. Hal tersebut karena dikhawatirkan adanya luka pada ikan.

Ikan – ikan yang tidak sesuai kriteria dan terkena jaring sebaiknya diberi obat malachite grin 0,5-1,0 ppm selama 1 jam untuk mengobati luka.

Jadi, itulah cara budidaya ikan air tawar kolam terpal yang paling mudah untuk pemula.

You may also like