Buah Buahan

3 Cara Mengatasi Hama Daun Kelengkeng

Tanaman kelengkeng ini juga kerap diserang oleh beberapa hama dan juga penyakit yang menyerang pada bagian daun. Berikut adalah cara mengatasi hama daun kelengkeng. Sebelum mengatasi masalah yang kerap menyerang daun kelengkeng, pahami terlebih dahulu penyebab yang menyerang daun kelengkeng.

1. Mengatasi hama Kutu Daun

Hama kutu daun atau yang biasa disebut Aphids ini biasanya sering ditemukan pada bagian bawah daun. Hal ini dikarenakan hama kutu daun ini tidak menyukai adanya sinar matahari. Kutu daun menyerang pada daun-daun kelengkeng yang masih muda atau pucuk daun sehingga dapat mengakibatkan daun menjadi rusak dan tidak dapat melakukan fotosintesis.

Untuk mengendalikan hama kutu daun yaitu dengan mengurangi pemberian pupuk N pada tanaman kelengkeng. Atau Anda juga bisa menggunakan insektisida kimia yang memiliki bahan kimia aktif, seperti monocrotophos, malathion, profenofos, methidathion, dan juga phosphamidon.

Namun, selain dengan kedua cara di atas Anda juga bisa mengendalikan kutu daun dengan membuat pestisida nabati. Berikut adalah bahan serta cara membuat pestisida nabati untuk membasmi kutu daun.

Bahan dan alat yang dibutuhkan adalah :

  • Siapkan 1 lembar daun pepaya,
  • 15 daun sirsak,
  • 2 batang serai,
  • 1 batang lidah buaya yang berukuran sedang
  • 3 siung bawang putih
  • 1 liter air
  • Pisau
  • Blender
  • Talenan
  • Botol air minum yang berukuran 1,5 ml, dan
  • Saringan

Cara membuat pestisida nabati :

  • Bersihkan terlebih dahulu semua bahan dengan menggunakan air bersih.
  • Langkah yang kedua adalah mencincang semua bahan kemudian campur jadi satu
  • Setelah dicampur jadi satu, blender bahan tersebut dan jangan lupa untuk menambahkan air secukupnya. Blender sampai halus
  • Kemudian tambahkan air satu liter kemudian masukkan pada botol dan tutup rapat. Fermentasi atau biarkan selama 24 jam atau sampai dua hari. Selain itu Anda juga bisa disimpan maksimal satu minggu
  • Setelah disimpan, maka saring pestisida dengan menggunakan saringan

Cara menggunakan pestisida nabati :

Cara menggunakan pestisida nabati untuk membasmi kutu daun adalah untuk satu liter pestisida nabati bisa dicampur dengan 5-10 liter air. Setelah dicampurkan Anda bisa menyemprotkan pada tanaman kelengkeng yang terserang hama daun dengan interval tiga hari sekali atau tergantung dengan serangan hama kutu daun tersebut.

2. Kutu Putih

Gejala yang ditimbulkan akibat serangan kutu putih adalah pada bagian tanaman dapat menyebabkan klorosis, hal tersebut dapat menjadikan daun menjadi layu mengeriting dan juga burik. Sedangkan untuk mengendalikan serangan kutu putih ini terbilang cukup sulit. Serangan kutu putih ini tidak mempan jika hanya disemprot dengan pestisida karena terdapat lapisan lilin yang dapat menyelimuti tubuh kutu putih tersebut.

Hal yang dapat Anda lakukan adalah dengan menyemprotkan larutan deterjen terlebih dahulu kemudian baru menyemprotkan dengan menggunakan penyemprotan pestisida. Namun, Anda juga bisa membuat pestisida nabati untuk menanggulangi serangan kutu putih.

Bahan dan alat yang harus disiapkan

  • Satu buah jeruk nipis
  • 2 hingga 3 tetes sabun untuk mencuci piring
  • Satu liter air
  • Pisau, ember, dan saringan

Cara membuat pestisida nabati

  • Cara dalam membuat pestisida nabati adalah dengan memotong atau mencacah jeruk nipis yang telah disiapkan sampai halus
  • Langkah yang selanjutnya adalah dengan memasukkan potongan jeruk tersebut pada ember yang telah diberi air sebanyak satu liter
  • Tambahkan sabun cuci piring pada ember yang telah diisi dengan cacahan jeruk nipis, lalu aduk hingga rata.
  • Diamkan campuran tersebut selama 2 hingga 3 jam
  • Saring dengan menggunakan saringan yang sudah disiapkan

Cara menggunakan pestisida nabati

Larutan tersebut tidak perlu lagi dicampur dengan air, namun bisa langsung dapat digunakan untuk penyemprotan pada tanaman kelengkeng yang terserang hama kutu putih dengan interval 3 hingga 4 hari sekali, tergantung dengan kondisi serangan kutu putih.

3. Bercak Daun

Bercak daun ini tau Pestalotia sp ini menyerang daun dan memiliki bentuk yang tidak beraturan. Bercak daun ini dimulai pada bagian tepi daun yang menjalar kemudian baru menuju tulang daun.

Daun yang terkena Pestalotia ini akan berwarna coklat tua dengan tepi yang berwarna kehitaman dan juga berwarna kuning. Daun yang terserang biasanya akan rapuh ketika diremas karena daun menjadi sangat tipis dan halus.

Untuk mengendalikan bercak daun adalah dengan melakukan pembersihan pada area tanaman dari gulma dan juga kotoran. Tidak hanya itu saja Anda juga bisa mengurangi kelembaban pada area tanaman dengan melakukan pemangkasan pohon utama dan juga tanaman peneduh.

Untuk mengatasi bercak daun ini dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu :

  • Dengan menggunakan metode alami, yaitu menggunakan pestisida organik
    Dengan menggunakan metode alami atau dengan menggunakan pestisida organik ini memberikan keamanan pada tanaman dan juga lebih hemat. Namun, dalam membuat pestisida alami ini membutuhkan waktu yang cukup lama, karena bahan-bahan organik tersebut harus difermentasi selama beberapa minggu.
  • Dengan menggunakan metode kimia dengan menggunakan beberapa obat
    Namun apabila Anda ingin mendapatkan hasil yang lebih menjanjikan Anda Bisa menggunakan metode kimia atau dengan menggunakan beberapa obat. Hal ini bersifat instan dan juga tidak perlu repot.
  • Dengan membuang bagian tanaman kelengkeng yang telah terinfeksi dan sudah parah
    Hal ini bertujuan agar tingkat penyebaran bercak daun tidak semakin melebar dan dapat diatasi dengan menggunakan cara pertama dan kedua. Alangkah baiknya jika cara ini diterapkan pada awal penanganan.

Recent Posts

6 Pupuk untuk Tanaman Hias Agar Subur

Selain air dan sinar matahari, pupuk merupakan salah satu hal yang tidak boleh ketinggalan untuk…

5 months ago

5 Penyebab Kutu Putih pada Tanaman

Seperti gulma yang dapat menganggu pertumbuhan tanaman, kutu putih juga merupakan salah satu hama yang…

6 months ago

Cara Menanam Euphorbia dalam Pot

Euphorbia merupakan salah satu tanaman hias yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Padahal, tanaman ini…

7 months ago

Sekam Padi : Pengertian, Manfaat, dan Cara Menggunakannya

Sekam padi adalah salah satu sisa pertanian yang sering diabaikan, tetapi memiliki potensi besar untuk…

8 months ago

Dampak Menggunakan Sekam Padi

Sekam padi adalah sisa kulit luar butir padi setelah proses penggilingan beras. Sekam ini berwarna…

8 months ago

4 Cara Menanam Cabe Langsung di Tanah

Cabe merupakan salah satu komoditas yang paling banyak digunakan untuk memberikan cita rasa lezat dalam…

8 months ago