8 Keuntungan Hidroponik di Bidang Ekonomi

Bercocok tanam secara hidroponik atau tanpa tanah sudah lama dikenal oleh masyarakat umum. Hidroponik merupakan budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah. Hidroponik menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman.

Keutamaan bercocok tanam tanpa tanah (hidroponik) ini pun sudah kita ketahui bersama. Mudah, tanamannya lebih subur, cepat menghasilkan, praktis, dan hemat waktu maupun biaya. Selain terdapat manfaat hidroponik bagi kehidupan manusia dan keuntungan hidroponik dalam pertanian, ada pula keuntungan hidroponik di bidang ekonomi. Apa saja keuntungan tersebut?

Keuntungan Hidroponik di Bidang Ekonomi

Tanaman hidroponik adalah tanaman yang ditanam tanpa menggunakan tanah, melainkan dari batu apung, pecahan batu bata, atau pecahan genteng. Tanaman hidroponik merupakan salah satu contoh kemajuan dan industri yang telah dicapai di dunia. Sudah terbukti tanaman dapat tumbuh pada batu apung, pecahan batu bata, maupun pecahan genteng dan semua orang termasuk kalian sendiri pun bisa melakukannya.

Keuntungan hidroponik di bidang ekonomi antara lain:

  1. Mudah ditanami. Tanaman bisa tumbuh di mana saja asalkan kebutuhan pertumbuhannya terpenuhi.
  2. Hanya menggunakan air dibandingkan dengan berkebun secara tradisional (berbasis tanah).
  3. Menyediakan lingkungan yang steril untuk produksi tanaman. Teknik bercocok tanam secara hidroponik tidak memerlukan pestisida, pupuk, dan bahan kimia lainnya sehingga tidak ada kemungkinan kerusakan akibat penyakit dan hama yang ditularkan melalui tanah.
  4. Tanaman tumbuh dua kali lebih cepat dengan berkebun hidroponik. Hasilnya berlipat ganda sehingga banyak produksi dari jumlah ruang yang sama.
  5. Teknik budidaya atau bertanam secara hidroponik dapat dilakukan oleh orang yang tidak memiliki lahan.
  6. Dapat menghasilkan mutu yang lebih baik dan profit yang besar.
  7. Biaya pembuatan yang relatif murah, hanya memerlukan tenaga dan waktu.
  8. Tanaman yang tumbuh melalui teknik ini memiliki nilai gizi yang lebih baik.

Teknik Bercocok Tanam Secara Hidroponik

Pot hidroponik berbeda dengan pot biasa yang menggunakan media tanah untuk tempat tumbuhnya. Pot hidroponik tidak berlubang di dasarnya. Oleh karena itu, untuk pot hidroponik ini dapat menggunakan ember plastik. Adapun bahan-bahan yang diperlukan dan langkah-langkah bercocok tanam secara hidroponik akan dijelaskan di bawah ini.

Bahan:

  • Pecahan batu bata, batu apung, atau pecahan genteng
  • Pot hidroponik
  • Pupuk wonder berwarna biru dan putih
  • Air bersih
  • Pipa paralon yang panjangnya setinggi pot

Langkah-langkah Bercocok Tanam

  1. Tahap pertama yaitu mempersiapkan bahannya. Sediakan ember plastik berukuran sedang untuk tanaman berukuran sedang. Untuk tanaman yang masih kecil gunakan pula ember plastik berukuran kecil. Begitu pula untuk pohon yang berukuran besar dibutuhkan ember plastik berukuran besar pula.
  2. Pilihlah media tanam yang sesuai dengan selera sendiri. Boleh dari batu apung, pecahan genteng, atau pecahan batu bata. Mungkin yang paling mudah didapat adalah batu bata.
  3. Pecahkan batu bata sehingga diperoleh pecahan berukuran sebesar kerikil. Banyaknya pecahan batu bata disesuaikan dengan besarnya ember plastik yang digunakan.
  4. Cucilah pecahan batu bata sampai bersih.
  5. Siapkan pipa paralon berukuran kecil.
  6. Potong pipa paralon setinggi pot. Pipa paralon berguna untuk melihat ketinggian permukaan air dalam pot setelah tanaman ditanam. Permukaan air dalam pot tentu akan sama tingginya dengan permukaan air dalam pipa paralon. 
  7. Sekarang siapkan pupuk wonder. Pupuk wonder berbentuk larutan. Untuk setiap tanaman hidroponik diperlukan pencampuran dua jenis pupuk wonder, yaitu pupuk wonder berwarna biru dan pupuk wonder berwarna putih. Pupuk wonder berwarna biru berguna sebagai pupuk makro sedangkan pupuk wonder berwarna putih berguna sebagai pupuk mikro.
  8. Siapkan air bersih secukupya. Air bersih yang sangat tepat adalah air sumur atau air pompa. Air ledeng atau air PAM kurang cocok karena sudah bercampur dengan kaporit. Larutan kaporit lebih sering tidak cocok bagi tanaman pot seperti tanaman hidroponik ini.
  9. Tahap selanjutnya adalah menanam. Letakkan potongan pipa paralon tadi dengan tegak pada dasar ember.
  10. Masukkan pecahan batu bata yang telah bersih tadi ke dalam ember sampai setinggi separuh ember saja. Ingat, jangan sampai memasukkan pecahan batu bata ke dalam pipa. Pipa ditempatkan agak ke pinggir ember.
  11. Kemudian pilihlah bibit tanaman yang tumbuh subur, bisa tanaman yang ada pada pot biasa atau dari tanaman pekarangan. Berhati-hatilah saat mengambil bibit tanaman itu. Jangan sampai ada bagian akarnya yang terkupas atau putus.
  12. Ambillah bibit tanaman dengan beserta tanahnya. Diperlukan linggis kecil atau pisau untuk mengungkit akar tanaman beserta tanah yang melindungi akar.
  13. Setelah tanaman dikeluarkan dari tanah, cucilah akar tanaman sampai bersih. Di sini juga perlu berhati-hati jangan sampai ada akar yang rusak atau terputus pada waktu membersihkannya.
    tempatkan tanaman tadi ke dalam ember yang telah diisi pecahan batu bata.
  14. Letakkan akar-akar tanaman pada permukaan pecahan batu bata menyebar dan jangan sampai ditekan.
  15. Masukkan pecahan batu bata di permukaan akar secara pelan-pelan sampai tertimbun semuanya. Dengan demikian permukaan pecahan batu bata tadi hamper memenuhi ember plastik.
  16. Siapkan pupuk wonder berwarna biru dan putih tadi. Campurkan kedua larutan pupuk wonder ke dalam air. Takarannya harus sesuai dengan petunjuk.
  17. Aduklah larutan sampai rata, lalu siramkan merata ke permukaan pecahan batu bata sampai batas pangkal akar.

Demikian beberapa keuntungan hidroponik di bidang ekonomi serta teknik bercocok tanam secara hidroponik yang benar dan mudah dilakukan.

Baca juga: