Sponsors Link

Bagaimana Cara Memilih Bibit Calon Induk Untuk Budidaya Bekicot?

Bekicot adalah siput darat yang banyak hidup di berbagai wilayah Indonesia dan Bekicot menjadi hewan yang tidak disukai, karena memiliki tekstur yang sangat menjijikan.

Meskipun Bekicot bukan makanan utama, namun ada berbagai restoran yang menyediakan menu Bekicot dan Bekicot memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Kegunaan lain dari Bekicot adalah untuk pakan ternak bebek dan berbagai jenis ikan.

Untuk membudidayakan bekicot, ada beberapa tips yang harus dilakukan dan salah satu langkah pentingnya adalah menentukan indukan Bekicot. Pemilihan bibit yang baik, akan menentukan keberhasilan dalam budidaya Bekicot.

Cara Memilih Bibit Calon Induk Untuk Budidaya Bekicot

Ada berbagai jenis bekicot yang ada di dunia dan jenis achatina fulica dengan achatina variegata adalah jenis bekicot yang bisa dibudidayakan dan kedua jenis bekicot yang dibudidayakan, sangatlah mudah untuk ditemukan di lingkungan sekitar.

1. Kumpulkan bekicot liar

Mengumpulkan bekicot liar adalah salah satu cara untuk para pemula mendapatkan bibit calon induk bekicot dan bekicot menjadi hewan yang mudah dijumpai di berbagai tempat yang kondisinya lembap seperti di area kebun pisang, semak-semak, area kebun kelapa dan di berbagai tempat lembap lainnya.

Bekicot dapat dibudidayakan di berbagai tempat dan ada banyak cara budidaya bekicot dalam drum. Induk bekicot liar yang kondisinya sehat, sangat baik untuk dibudidayakan.

2. Bekicot sehat

Pemilihan bibit calon indukan, bukanlah perkara yang mudah dan memilih bibit bekicot yang sehat, bisa dilihat dengan melihat kondisi bekicotnya.

Ciri bekicot yang sehat pasti memiliki berat sekitar 75 sampai dengan 100 gram, memiliki kondisi cangkang yang utuh, memiliki kondisi yang bersih dan memiliki bagian tubuh yang normal. Ada berbagai cara hewan melindungi diri dan bekicot melindungi diri dengan cara berlindung di bagian cangkangnya. Informasi lainnya tentang cara budidaya bekicot dalam drum

Tips Budidaya Bekicot

1. Pilih lokasi

Untuk melakukan budidaya Bekicot, tentu tidak perlu memiliki area yang luas dan bekicot menjadi salah satu hewan yang dibudidayakan di dataran rendah ataupun tinggi.

Kondisi tanah yang digunakan untuk melakukan budidaya bekicot bisa kering ataupun lembap dan setelah memilih lokasi, sebaiknya siapkanlah kandang bekicotnya. Kandang bekicot bisa dibuat dengan bahan kayu, semen ataupun tanah hasil galian.

2. Ketahui masa reproduksi

Bekicot memiliki masa reproduksi seperti halnya hewan lainnya dan berdasarkan langkah-langkah penelitian yang dilakukan, musim kawin bekicot berkisar usia 6 sampai 7 bulan.

Kondisi kandang yang nyaman, akan membuat bekicot melakukan kawin dengan baik dan bekicot akan melakukan proses bertelur. Telur yang dihasilkan bekicot biasanya berjumlah 50 sampai 100 butir dan ukuran telur bekicot sangatlah kecil.
Informasi lainnya tentang cara menanam timun suri di halaman rumah

3. Sistem pencampuran kandang

Sistem pencampuran kandang adalah salah satu cara untuk menghemat tempat atau kandang yang digunakan bekicot dan semua ukuran bekicot dicampur dalam satu kandang.

Bekicot masuk dalam pengelompokan hewan yang bisa hidup di berbagai lingkungan dan bekicot tidak terlalu sulit untuk dibudidayakan. Bekicot menjadi hewan yang banyak dicari, karena memiliki manfaat yang banyak dalam kehidupan sehari-hari.

4. Sistem kandang terpisah

Sistem kandang terpisah, sangatlah penting untuk mensukseskan budidaya bekicot dan sistem ini memisahkan antara bekicot dewasa dengan bekicot muda atau kecil. Namun dengan menggunakan sistem kandang terpisah, tentu membutuhkan jumlah kandang yang banyak dan area lokasi kandangpun harus lebih luas.

Demikian ulasan lengkap mengenai cara memilih bibit calon induk untuk budidaya bekicot dan semoga artikel ini bermanfaat bagi para pembacanya.

, , , , ,




Oleh :
Kategori : Tips dan Trik