Home » Tanaman » Cara Menanam Bawang Kalimantan – Tahap Budidaya hingga Panen

Cara Menanam Bawang Kalimantan – Tahap Budidaya hingga Panen

by puputpurwanti A.Md

Cara Menanam Bawang KalimantanCara menanam bawang kalimantan, menjadi topic yang akan kita bahas pada kesempatan ini. Bawang Kalimantan sendiri bukanlah varietas baru bahkan bawang jenis ini sudah dikenal banyak kalangan. Kepopulerannya juga tidak kalah dengan bawang brebes yang tentunya sudah menjadi primadona di kalangan masyarakat luas sebagaimana Cara Stek Bunga Mawar.

Perlu diketahui bahwa bawang Kalimantan adalah sebutan untuk bawang asli local yang memiliki ukuran kecil kecil serta juga aroma yang lebih tajam dan berasa lebih pedas.

Varietas bawang Kalimantan banyak dibudidayakan di daerah dataran tinggi hingga rendah oleh para petani bawang. Selain itu juga kualitas bawang serta ketahanannya dari serangan penyakitlah yang membuat bawang ini dipilih sebagai komoditas unggulan dan pilhan.

Pastinya cara budidaya dan penanaman bawang Kalimantan tidak jauh berbeda dari bawang padaa umumnya. Berikut akan diuraikan mengenai cara menanam bawang Kalimantan tahap budidaya hingga panen.

Memilih benih bawang Kalimantan

Benih bawang Kalimantan dapat berasl dari umbi tanmaan, tentunya untuk dapat menghasilkan tanaman yang berkualitas baik maka benih haruslah memenuhi unsure unsurr antara lain : sehat, tidak terpapar hama dan penyakit serta juga benih haruslah memiliki ukuran umbi yang besar dan juga berisi dan tidak kering.

Pastikan bahwa terdapat jaminan kualitas benih  sehingga tanaman bawnag Kalimantan akan menghasilkan panen yang berlimpah.

Cara perlakuan terhadap benih

Benih umbi bawang Kalimantan terlebih dahulu harus melewati tahapan perlakuan agar tentunya benih dapat tumbuh dilapangn tanpa mjengalami gangguan dan kendala.

Perlakuan yang dilakukan kepada benih umbi adalah sebagai berikut ini :

  • Potong bagian atas atau pucuk benih 1-2 cm.
  • Buang kotoran dan juga lapisan yang kering atau kotor pada umbi.
  • Umbi direndam kedalam larutan fungisida 15 g/liter selama 15-30 menit.
  • Kemudian angkat dan keringanginkan benih.
  • Selanjutnya simpan / letakkan umbi benih pada ruangan dengan suhu 27-28% celcius serta kedap cahaya (tidak ada cahaya matahari masuk)
  • Cara ini merupakan cara untuk merangsang pembentukan tunas pada umbi.
  • Biarkan selama 5-7 hari sambil dilakukan penyiraman untuk mempertahankan kadar air pada umbi.
  • Setelah tunas mulai Nampak tumbuh maka dapat langsung dipindahkan ke lapangan.
  • Buang dan pisahkan umbi yang busuk atau rusak serta tidak tumbuh tunasnya.

Mepersiapkan lahan tanam

Bawang Kalimantan relatif baik ditanam pada tanah yang subur dan berpasir hal ini akan dpat memudahkan umbi untuk membesar dan tumbuh. Lahan tanam dibuat dalam bentuk bedengan dengan berukuran ideal adalah 1x 5 meter tinggi 30 cm.

Tanah dicangkul dan digemburkan lalu kemudian dibuat lubang tanam dengan kedalaman 20-25 cm . setelah itu kedalam lubang tanam ditambahkan pupuk kandang 1-2 kg pupuk kotoran hewan atau kompos kering.  Diamkan selama 1 minggu lalu kemudian dapat dilakukan penanaman ke lahan.

Menanam Bawang Kalimantan ke lahan

Penanaman sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari sat cahayan matahari tidak terlampu terik. Tanamnkn bibit bawang klimantanyang sudah bertunas kedalam setiap lubang tanam. Setiap satu lubang tanam diisi satu bibit.

Tutup kembali lubang tanam menggunakan tanah hingga umbi tertutur sempurna dan hanya sisakan bagian tunas ditas permukaan tanah. Setelh itu kemudian lakukan penyiraman menggunakan air bersih dan tunggu 3-5 hri kedepan hingga tunas semakin bertumbuh.

Menyulam bibit yang tidak tumbuh

Ketidakmampuan bibit beradaptasi dilapangan terkadangn membuatnya mati atau tidak tumbuh. Sehingga tentunya agar populasi tanaman tetp utuh maka perlu dilakukan penyulaman.

Batas toleransi untuk bibit tanaman yang tidak tumbuh saat dipindahkan kepalanpangan adalah 5% jika diatas itu maka pasti bibitnya jelek hal tersebut menjadi penyebab Kenapa Tanaman Layu. Penyulaman dilakukan denga mengganti tanaman yang tidak tumbuh dengan bibit umbi baru. Sehingga populasi kembali terpenuhi serta juga tanaman dapat tumbuh dengan seragam.

Menyiram dan memelihara tanaman bawang Kalimantan

Penyiraman merupakan langkah penting dalam menanam tanaman bawang Kalimantan terutama pada saat awal awal masa pindah tanam. Biasanya tanaman akan membutuhkan kadar air dalam jumlah besar. Sehingga kita harus melakukan penyiraman minimal dua kali yakni pada pagi serta sore hari.

Siramkan air ke bedengan hingga merata dan tidak becek jadi secukupnya saja. Sebab umbi juga merupakan bagian tanaman yang amat rewel  jika air terlampau banyak umbi tanaman bawang Kalimantan dapat menbusuk.

Selain itu pemeliharaan yang harus dilakukan juga adalah penyiangan atau membuang rumput yang tumbuh di bedengan. Gulma atau rumput dapat menganggu asupan nutrisi hara ketanaman serta juga dapat menjadi sarang hama untuk tumbuh dan mempercepat penyebaran penyakit.

Karenanya gulma yang tumbuh harus dibersihkan dengan cara dicabut sebagaimana Infus Tanaman dari Botol Bekas dan Jenis Tanaman Akuarium. Pemupukan sendiri dilkukan selama masa penanaman menggunakan pupuk NPK dengan dosis 5 grm pertanaman diberikan bersamaan dengan penyiraman dan di cairkan kedalam air atau di kocorkan.

Panen

Pemanenan dilakukan pada umur 90 hari setelah tanam. Kriterian bawng kalinantan yang siap panen adalah yang daunnya sudh mongering, hal itu menunjukkan bahwa umbi tanaman sudah tua dan siap diapanen.

Lakukan pencabutan dan kemudian pisahkan umbi dan daun serta bersihkan kotoran yng menempel pada umbi. Selanjutnya umbi dapat langsung di jual seperti juga Tanaman Aquarium Tanpa co2.

Itulah tadi, cara menanam bawang Kalimantan – tahap budidaya hingga panen . Semoga dapat bermanfaat.

You may also like