Sponsors Link

5 Cara Budidaya Jamur Harimau Secara Tradisional

Sponsors Link

Cara budidaya jamur harimau bisa dikatakan gampang gampang susah, terutama bagi anda sebagai pemula. Sebelum mengupas lebih jauh mengenai budifaya jamur harimau maka ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu apa itu jamur harimau. Secara umum jamur harimau lebih familiar atau dikenal sebagai jamur susu harimau.

ads

Dari namanya saja anda pasti merasa sangat asing, sebab tentunya di Indonesia jamur jenis ini belum begitu dikenal sebagimana dinegara tetangga kita Malaysia. Bahkan jika diturut asal muasal jamur ini dipercaya berasal dari wilayah hutan pedalaman negara Malaysia. Lalu kemudian mulai menyebaran ke dataran negara asia Tenggara lainnya.Hal yang membuat jamur harimau ini begitu istimewa adalah karena khasiatnya dibidang pengobatan.

Jamur ini telah terbukti mampu mengobati berbgai jenis penyakit mulai dari penyakit biasa hingga penyakir kronik seperti diabetes, hipertensi bahkan hingga kanker. Tentu saja hal ini semakin membuat nama harimau makin dikenal luas sebagi salah satu jenis jamur yang memiliki sejuta khasiat. Namun dibalik hal itu, pada faktanya budidaya jamur harimau sendiri masih cukup langka.Padahal jika anda melihat respon pasar yang begitu positif harusnya membuka peluang dn potensi luas untuk membudidayakan jamur ini.

Pastinya tidak semudah jenis jamur lainnya seperti jamur tiram atau jamur kuping. Sebab secara struktur jamur ini jauh berbeda, bukan hanya itu, habitat alaminya pun jauh berbeda. Sehingga dalam budidayanya banyak mengalami kendala serta resiko kegagalan yang cukup tinggi. Namun bagi anda yang penasaran maka dapat menyimak sedikit informasi mengenai 5 cara budidaya jamur harimau dengan metode tradisional berikut ini .

  1. Menyiapkan Lokasi Tanam

Lokasi untuk budidaya jamur harimau yang paling ideal adalah lokasi yang memiliki suhu rendah dan lembab seperti yang dilakukan pada cara budidaya baglog jamur tiram . Jika anda ingin melakukan budidaya dan kebetulan wilayah anda merupakan dataran rendah maka sebaiknya anda mentiapkan pengatur suhu udara sekaligus juga melengkapi kumbung dengan pendingin udara.

Sebab, jamur harimau sangat sensitif terhadap cuaca panas. Dalam budidaya ini, lokasi yang digunakan juga disebut dengan istilah rumah atau kumbung jamur.Kumbung jamur dibuat seideal mungkin dan juga senyaman mungkin untuk memudahkan proses budidaya. Selain itu juga usahakan lokasi kumbung dekat dengan sumber air, sehingga memudahkan proses perawtan dan pemeliharaan tanaman jamur.

Selain hal diatas, kumbung juga dilengkapi dengan rak rak yang nantinya akan digunakan untuk meletakkan baglog jamur.Secara sederhana memang lebih baik dilakukan di kumbung meskipun hasilnya akan jauh berbeda jika dilakukan di ruangan khusus seperti laboratorium.

Namun jika anda memiliki modla yang lebih besar maka llebih disarankan budidaya dilakukan di lokasi yang lebih direkomendasikan seperti laboratorium dengn ruang yang lebih steril dan terjaga. Berdasarkan sebuah uji coba yang dilakukan dalam budidaya jamur harimau yang dilakukan di laboratorium dan ruang khusus, mampu manghsilkan panen 3 kali lipat dibandingkan di kumbung. 

Sponsors Link

2. Menyiapkan Baglog / Media Tanam

Tahapan kedua yang harus dilakukan adalah menyiapkan media tanam sebagimana yang juga dilakukan pada cara budidaya jamur barat . Dalam hal ini media tanam yang dipakai adalah baglog yang merupakan media tempat jamur tumbuh.

Adapun secara sederhananya tahapan pembuatan baglog untuk budidaya jamur harimau adalah sebagai berikut :

  • Bahan utama meliputi serbuk kayu(75-80%), bekatul (2-5%). kapur (!-2%) dan biji bijian (2-3%).
  • Untuk serbuk kayu dan bekatul sebaiknya diayak terlebih dahulu untuk kemudian diambil bagian yang halusnya saja, jenis kayu yang digunakan sebaiknya kayu yang tidak bergetah.
  • Semua bahan dengan komposisi diatas kemudian dicampurkan dan diaduk hingga merata.
  • Selanjutnya kemudian, ditambahkan air hingga kelembaban media mencapai 80-85%.
  • Cara mudah untuk mengetahuinya adalah dengan menggenggam adona, jika tidak buyar dan air tidak keluar dari adonan maka sudah cukup, sebaliknya jika adonan masih buyar maka harus ditambahkan kembali air hingga cukup.
  • Setelah itu kemudian dimasukkkan kedalam plastik PP tahan panas kapasitas 1 kg, isikan media kedalam plastik hingga padat.
  • Jika ada alat pres maka gunakan alat pres tersebut, sehingga baglog akan lebih padat.
  • Selanjutnya adalah dilakukan tahapan sterilisasi, tahapan ini sangat penting sebab akan dapat mematikan jamur liar dan bakteri serta sumber kontaminan pada media.
  • Sterilisasi dilakukan dengan cara merebus baglog didalam wadah atau drum selama 7-8 jam menggunakan api stabil.
  • Sterilisasi sederhana ini cukup efektif, jika dilakukan secara benar maka dapat menekan tingkat kontaminasi hingga 98% baglog yang tak terkontaminasi.
  • Selanjutnya setelah dingin kemudian pindahkan baglog kedalam ruang tanam untuk dilakukan proses penanaman.

3. Inokulasi Bibit Jamur

Inokulasi merupakan tahapan penanaman bibit jamur kedalam baglog. Proses ini harus dilakukan dengan teknik dana dalam kondisi yang steril yang juga dilakukan pada cara budidaya jamur merang alami  . Sebab salah salah jika tidak sesuai dengan prod]sedur maka budidaya dapat mengalamai kegagalan akibat dari kontaminasi. Oleh sebab itu, sangat penting untuk kemudian memeperhatikan beberapa hal berikut ini :

  • Alat tanam yang digunakan harus terlebih dahulu disterilisasi, mulai dari pinset, lampu bunzen hingga juga bahan seperti cincin paralon terlebih dahuku harus disterilkan dengan cara direbus atau di kukus selama 2-3 jam.
  • Gunakan pakaian yang bersih serta jangan lupa untuk mencuci tangan menggunakan sabun dan bilas hingga bersih.
  • Ruang tanam harus steril dan tidak boleh ada orang yang keluar masuk sembarangan.
  • Untuk bibit juga harus menjadi catatan, gunakan bibit yang sehat, unggul dan tidak terkontaminasi, biasanya dapat dilihat dari warna miselium, dimana bibit jamur yang sehat akan menunjukkan warna yang putih cerah dan tak terdapat warna lain seperti cokelat atau kuning.
  • Jika semua hal diatas dilakukan sesuai dengna anjuran maka dipastikan tingkat kontaminasi akan dapat diminimalisir sekecil mungkin.
Sponsors Link

4. Penyiraman

Penyiraman merupakan faktor utama yang wajib dilakukan oleh para pembudidaya. Tidak hanya budidaya jamur harimau namun pada semua budidaya jenis jamur yang juga dilakukan pada cara budidaya jamur merang dengan media serbuk kayu.

Sebagai tumbuhan yang amat mneyukai keadaan lembab tentu faktor keberadaan air menjadi hl yang amat penting. Oleh sebab itu disarankan untuk melakukan penyiraman minimal 2 kali dalam sehari, yakni pada pagi dan sore hari. Gunakan selang yang dilengkapi dengan nozzle sehingga air yang keluar merupakan butiran butiran kecil. Siramkan pada bagian atap dan lantai kumbung.

5. Pengendalian Hama dan Penyakit

Dalam pengendalian hama dan penyakit, sebaiknya dilakukan secara preventif. Sebab hal ini lebih efektif dan juga menjamin produk yang dihasilkan tetap higenis. Pengendalian dilakukan dengan cara mengambil baglog yang mengalami kontaminasi atau terserang hama penyakit yang juga dilakukan pada cara budidaya jamur tiram F1 , kemudian membuangnya jauh jauh dari lokasi kumbung agr tidak menular pada tanaman yang sehat.

Itulah tadi, 5 cara budidaya jamur harimau dengan metode tradisional . Selamat mecoba dan semoga artikel ini bermanfaat

Sponsors Link
, ,
Oleh :
Kategori : Jamur