5 Cara Menanam Daun Kemangi dari Biji – Tips Perawatan

Kemangi atau biasa disebut dengan daun kemangi, adalah salah satu tanaman yang sangat familiar di masyarakat Indonesia. Pada umumnya daun ini biasa dikonsumsi bersamaan dengan makanan utama dengan lalapan. Kemangi tergolong tumbuhan dalam genus Ocimum. Daun kemangi merupakan terna (tumbuhan yang batangnya lunak karena tidak membentuk kayu). Tanaman kemangi yang banyak tumbuh di daerah tropis ini merupakan tanaman herbal tegak semak, tajuk membulat, bercabang banyak, sangat harum dan memiliki ketinggian 0,3 – 1,5 m.

Daun kemangi memiliki wangi khas yang berasal dari kandungan sitral tinggi pada daun dan bunganya. Biasanya daun kemangi ini selalu disantap bersama-sama daun kubis, ketimun, dan sambal pada lalapan ayam atau ikan goreng. (Baca Juga: Cara Menanam Kencur)

Kemangi memiliki kandungan kimia berupa 1,8 sineol, anethol, apigen, dan boron. Daun kemangi juga mengandung asam amino arginin dan asam aspartat. Karena banyaknya peminat akan daun kemangi ini, maka banyak pula orang yang kemudian mencoba untuk membudidayakannya, oleh karena itu. Apabila anda ingin mengetahui cara menanam daun kemangi dapat membaca penjelasan di bawah sebagai berikut:

Baca Juga:

  1. Teknik Pemilihan Benih Kemangi

Sebaiknya, benih kemangi yang digunakan memiliki warna coklat dan telah mengering. Dan juga, sebelum benih kemangi digunakan untuk menanam, terlebih dahulu benih tersebut dijemur di bawah terik matahari selama beberapa waktu sebelum di semai pada sebuah wadah. Begitulah cara menanam daun kemangi dalam langkah pertama. Berikut beberapa penjelasan pemilihan benih kemangi yang baik:

  • Benih pada tumbuhan kemangi biasanya berupa kecambah yang berasal dari biji-biji tumbuhan kemangi.
  • Biji kemangi sebaiknya diperoleh dari bunga kemangi yang sudah masak dari pohonnya, kemudian runtuh karena terkena angin.

Untuk memperoleh bibit atau benih yang unggul, ada baiknya menggunakan biji-biji tumbuhan kemangi yang unggul dan memiliki kualitas baik. Biasanya, benih kemangi yang akan digunakan untuk menanam merupakan benih yang diperoleh dari bunga-bunga kemangi yang telah tua.

Baca Juga: Cara Menanam Apel

  1. Persiapan Lahan Penanaman Kemangi

Dalam membudidayakan tumbuhan, khususnya kemangi, yang paling penting disiapkan ialah:

  • Lahan yang akan digunakan harus dilakukan penggemburan terlebih dahulu dengan menggunakan cangkul. Karena pada prosesnya, ketika tanah dicangkul maka akan mengeluarkan racun yang terdapat di dalam tanah serta memberikan oksigen lebih terhadap calon tanah yang akan digunakan.
  • Kemudian, akan terlihat lebih bagus apabila lahan persemaian diberi pelindung agar tidak terlalu banyak terkena sinar matahari.
  • Setelah itu dilakukan proses penggemburan tanah, tanah tersebut dibentuk menjadi bendengan dengan ukuran bendeng sebesar 1 meter dan panjang 3 meter tergantung luas lahan yang dimiliki.
  • Selanjutnya taburkan pupuk kompos secara merata pada bendengan tersebut. Kemudian ratakan dan aduk kembali dengan menggunakan cangkul dengan tujuan agar pupuk kandang bisa rata dengan lapisan tanah bawah.
  • Lahan yang telah digemburkan bisa di diamkan selama kurang lebih 2-3 hari, dengan tujuan agar kondisi unsur hara akan kembali seperti semula setelah dilakukan penggemburan.

Baca Juga: Cara Budidaya Ikan Koi

  1. Penanaman Benih Kemangi

Dalam penanaman benih kemangi sebaiknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  • Biji yang sudah siap tumbuh umumnya memiliki ciri-ciri berwarna hitam dan kering.
  • Setelah biji yang di jemur telah kering pindahkan wadah tersebut di dalam suhu ruangan dan biarkan mendapat udara.
  • Langkah selanjutnya dilakukan penanaman benih kemangi. Benih yang telah disiapkan tadi ditanam dengan cara menaburkan biji-biji kemangi secara merata di lahan yang telah disiapkan. Setelah itu lapisi biji kemangi dengan menggunakan tanah secara tipis pada bagian atas secara merata.
  • Kemudian berikan air dan siram pada area bendengan secara merata hingga membasahi bibit kemangi yang ditanam. Agar biji kemangi yang yang ditanam tidak larut dan terbawa oleh air, siramlah benih kemangi yang telah ditanam pada lubang tanam dengan memakai selang. Selang yang dibentuk seperti pancaran ke udara, sehingga air yang keluar mirip dengan pancaran air hujan.
  • Waktu penyiraman tumbuhan kemangi sebaiknya dapat dilakukan pada pagi hari dan sore hari.
  • Ketika bibit kemangi yang telah ditanam berumur 3 – 4 hari setelah disebar, benih kemangi akan mulai berkecambah. Apabila umur dari bibit kemangi tersebut telah memasuki minggu ke-4 dan ke-5, tanaman kemangi sudah memiliki akar yang kuat untuk dipindahkan ke lahan penanaman.

Baca Juga: Cara Budidaya Bunga Mawar

  1. Perawatan Tanaman Kemangi

Dalam perawatan tanaman kemangi tidaklah sulit, namun ada hal-hal penting yang harus diperhatikan, seperti:

  • Perawatan tanaman kemangi sebaiknya dilakukan secara bersamaan dengan penyiraman, dan pengecekan secara berkala juga diperlukan agar tidak terdapat hama dan gulma yang mengganggu pada tanah yang ditanamai tanaman kemangi. Pasalnya, tanaman gulma atau biasa disebut dengan hama tersebut akan mencuri nutrisi, kandungan, serta zat yang tersimpan di dalam tanah yang seharusnya digunakan tanaman kemangi untuk melakukan proses pertumbuhan.
  • Selama masa penanaman benih, benih kemangi akan mulai tumbuh tunas dan batang hingga daun semakin membesar. Masa pertumbuhan tanaman kemangi sekitar 5 – 7 hari dari penanaman.
  • Setelah batang pada tanaman kemangi sudah mencapai sekitar 5 cm dan daunnya masih terdapat 4 sampai 5 helai daun, kemudian pindahkan tanaman kemangi ke bendengan.
  • Pada penanaman bibit harus diatur jaraknya agar pertumbuhannya tidak saling merebut nutrisi dalam tanah antara satu tanaman kemangi dengan tanaman kemangi lainnya.
  • Selama masa pertumbuhan perlu juga diperhatikan dan dihilangkan hama seperti ulat, dan sebaiknya selalu diusahakan untuk tidak menggunakan pestisida yang akan mengganggu kesehatan pada manusia jika daun kemangi yang terdapat pertisida di konsumsi oleh manusia itu sendiri.
  • Tanaman hama seperti rumput juga perlu dicabut secara detail karena dapat menggangu tanaman kemangi yang masih berusia muda.
  • Kemudian, agar pertumbuhan kemangi dapat maksimal, pangkaslah bunga-bunga tumbuhan kemangi setiap seminggu sekali agar tanaman kemangi tersebut tumbuh dan lebat dengan cepat.
  1. Pemanenan Daun Kemangi

Waktu pemanenan pucuk daun ini sebaiknya jangan sampai tumbuh bunga yang akan membuat daun kemangi kurang nikmat untuk di konsumsi. Untuk bisa menikmati momen pemanenan ada waktu-waktu tertentu dalam pemanenan, yaitu:

  • Penanaman sejak 50 hari dari hari penanaman daun kemangi sudah bisa di petik/dipanen.
  • Sebaiknya lakukan pemetikan pada daun-daun muda seperti melakukan pemetikan pada pucuk daun teh.
  • Pemanenan dilakukan dengan menggunakan gunting. Bagian yang digunting adalah pada batang diatas ruas daun kedua. Jika sudah terlanjur bercabang (karena bongsor), bagian yang di gunting adalah di cabang setelah ruas daun pertama.
  • Pemetikan pada pucuk daun akan merangsang pada pertumbuhan cabang-cabang baru yang memungkinkan lebih banyak tunas baru yang akan tumbuh. Tunas baru yang akan muncul nanti dapat di panen di periode selanjutnya. Tanaman kemangi merupakan tanaman yang cepat dalam masa pertumbuhannya dan dalam pembudidayaannya tidaklah rumit.

Tumbuhan ini dapat bertahan dalam cuaca panas maupun cuaca dingin, perbedaan cuaca hanya dapat mempengaruhi daun pada tumbuhan kemangi itu sendiri. Umumnya, tumbuhan kemangi yang tumbuh di cuaca dingin memiliki daun yang lebih lebar dan lebih hijau di bandingkan dengan daun kemangi yang tumbuh di cuaca yang panas.

Pemberantasan Hama dan Penyakit

Hama dan penyakit pada tanaman kemangi masih terbilang sangat minim dan juga penyemprotan insektisida pada tanaman kemangi masih sangat jarang diberikan. Umumnya, penyemprotan pada tanaman kemangi itu sendiri biasanya diberikan untuk menghindari bahaya yang dikhawatirkan residunya masih tertinggal di daun saat dipanen rutin.

Namun, meskipun demikian, bila ditemukan ulat yang menyerang pada daun kemangi dalam jumlah besar dapat dilakukan pengendalian dengan insektisida Azodrin sebanyak 20-3- cc/1liter air atau dapat pula diberikan juga dengan menggunakan insektisida dengan jenis Diazinon 60 EC serta menggunakan dosis sebanyak 1-2 cc/1liter air.

Tips Budidaya Kemangi

Budidaya pada tumbuhan kemangi ini sering memanfaatkan biji dengan melakukan penyemaian benih, benih yang telah di semai kemudian akan dipindahkan ke lahan yang lebih luas. Untuk lebih detail dapat melihat pada penjelasan dibawah ini. Berikut penjelasan tentang bagaimana pertumbuhan kemangi:

  1. Tumbuhan kemangi dapat tumbuh dimana saja. Tidak ada teknik khusus dalam menanam tumbuhan ini.
  2. Tumbuhan kemangi ini pun akan tumbuh lebih baik jika ditanam pada tanah yang banyak mengandung asam.
  3. Tumbuhan ini dapat tumbuh di daratan rendah hingga pada ketinggian 500 mdpl.
  4. Tumbuhan ini banyak terdapat di Asia dan Amerika. Asalnya belum diketahui sacara pasti namun di pulau Jawa. Kemangi sangat banyak dibudidayakan, tanaman ini sering di tanam di kebun-kebun, di pagar-pagar, di lapangan maupun di rumah-rumah.
  5. Dapat ditanam dengan berbagai macam wadah.

Berikut ini adalah video cara menanam kemangi di rumah:


Demikian untuk pengembangan serta bagaimana cara budidaya dari tanaman kemangi itu sendiri. Sebagai tanaman yang memiliki banyak khasiat, sudahlah pasti bahwa tanaman kemangi tersebut sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Tertarik untuk mencoba menanam daun kemangi sendiri? Silahkan menggunakan cara menanam daun kemangi di atas.

Baca Juga: