5 Cara Budidaya Jamur Tiram untuk Pemula #Tips Mudah

Kadang kala, kita berpikiran untuk mengerjakan sesuatu tambahan di dalam rumah. Sesuatu yang tidak terlalu ribet, namun juga dapat bermanfaat bagi kita sendiri. Dengan memanfaatkan ruang rumah yang kosong misalnya, kita kadang mulai berangan – angan bagaimana cara memanfaatkan ruang kosong tersebut dan waktu luang kita yang kadang hanya dipakai untuk bermalas – malasan.

Mungkin, budidaya jamur tiram akan cocok untuk Anda. Karena untuk membudidayakan jamur tiram Anda tidak harus mempunyai pengalaman apa – apa tentang budidaya. Anda juga tidak perlu menjadi seorang profesional hewan laut dan tanaman atau semacamnya. Anda hanya perlu memperkaya pengetahuan Anda dari internet sembari mempraktekkannya, atau biasa juga disebut learning by doing.

Budidaya jamur tiram tentu dapat menjadi salah satu alternatif yang menarik. Mengapa? Bisa dilihat sekarang bagaimana online shop menjamur dimana – mana. Toko kelontong juga dimana – mana. Banyak orang yang memilih untuk berkompetisi di hal yang sama, sehingga target pasar terbelah dan terbagi – bagi. Hal ini tentu berdampak buruk bagi omzet mereka, belum lagi jika ada perusahaan besar yang menjual produk sama dengan harga yang jauh lebih murah. Tamatlah riwayat kita sebagai pengusaha kecil – kecilan.

Saat ini pengusaha dituntut untuk memperbaiki pelayanan mereka serta dituntut untuk dapat memasarkan produk mereka dengan kreatif. Ini jelas bukan hal yang mudah, berkompetisi dengan ratusan orang yang bergelut di bidang yang sama berarti Anda harus bekerja keras membangun branding dari toko Anda tak terkecuali toko online ataupun offline.

Kehadiran budidaya jamur tiram seakan menjadi nafas segar untuk peluang bisnis yang jarang dilirik orang. Mungkin karena terdengar sulit dan aneh, mungkin juga orang – orang bingung siapa yang mau beli jamur tiram? Namun, pasar jamur tiram juga terbuka lebar. Berikut ini adalah cara budidaya jamur tiram dan step-step perawatan dan pertumbuhannya.

Baca juga:

Belajar Budidaya Jamur Tiram

Oke, mari kita belajar bersama – sama tentang budidaya jamur tiram serta prospeknya untuk bisnis di masa depan. Di Indonesia, terdapat berbagai jamur yang dapat dimakan, Andapun pasti sudah tahu ada banyak jenis jamur yang ditawarkan di supermarket. Namun di antara jenis – jenis jamur tersebut, jamur tiram dapat dikatakan menjadi salah satu jamur yang paling mantab. Bahkan ada yang bilang kalau jamur tiram ini adalah rajanya jamur di Indonesia.

Hal ini dikarenakan besarnya minat masyarakat untuk mengkonsumsi jamur tiram. Hidangan dengan campuran jamur tiram pun juga banyak yang enak. Bahkan di kota – kota besar, potensi jamur tiram dalam merajai pasar makanan sudah tidak bisa dipandang sebelah mata lagi. Bagaimana tidak, tidak terhitung jumlah pedagang jamur crispy yang menggunakan jamur tiram sebagai salah satu bahan utamanya. Seakan – akan jamur tiram sudah menjadi camilan 500 meter, yang berarti setiap 500 meter dapat ditemukan pedagang jamur tiram yang diolah menjadi camilan.

Tingginya minat masyarakat Indonesia akan jamur tiram menjadikan jamur tiram menjadi salah satu bahan makanan yang paling dicari. Terlebih lagi bisnis makanan yang menggunakan bahan dasar jamur tiram sekarang sudah banyak yang menggunakan sistem franchise. Itu berarti, bisnis tersebut akan semakin menjamur, meluas ke berbagai daerah. Daerah – daerah yang paling sering ada camilan jamur tiram adalah : Mall, lingkungan kampus / sekolah dan pujasera.

Bagaimana? Semakin tertarik kan untuk membudidayakan jamur tiram? Yap, beberapa orangpun juga tergiur dengan prospek dari bisnis ini, kebanyakan dari mereka juga melakukannya dengan alat dan tempat seadanya seperti di rumah. Asalkan tekun dan ulet, bisnis ini bisa menjadi lahan uang untuk Anda.

Namun, Anda jangan terburu – buru memulai bisnis ini, karena yang terpenting adalah memperkaya pengetahuan Anda terlebih dahulu. Mengetahui tahapan – tahapan yang benar akan meminimalisir kegagalan dalam sebuah bisnis bukan? Mungkin Anda pernah mendengar atau membaca pendapat bahwa membudidayakan jamur tiram itu mudah dan bisa langsung jalan seperti yang saya tulis di atas. Tapi bisa di ingat bahwa mie instant saja membutuhkan waktu untuk memasaknya. Mulai dari membaca petunjuk memasak, membuka bungkus, mencampur bumbu, merebus air dan semacamnya. Hal yang mudah seperti memasak Mie Instant juga perlu dipelajari, apalagi jika hal yang Anda lakukan menyangkut bisnis dan masa depan Anda.

Baca Juga:

Jenis – Jenis Jamur Tiram 

Ada banyak sekali jenis jamur tiram yang dapat dibudidayakan. Ini adalah daftar dari jamur – jamur tersebut :

  1. P. djamor yang memiliki ciri khas warna ungu kemerahan.
  2. P. pulmonarius yang memiliki ciri khas warna putih keabu-abuan.
  3. P. sajor-caju yang memiliki ciri khas warna kelabu.
  4. Pleurotus floridae yang memiliki ciri khas warna putih bersih.
  5. P. eryngii yang memiliki ciri khas warna kebiruan.
  6. P. euosmus yang memiliki ciri khas warna kecoklatan.
  7. P. flabellatus yang memiliki ciri khas warna merah jambu.
  8. P. ostreatus yang memiliki ciri khas warna putih, dan putih kekuningan.
  9. P. cystidious yang memiliki ciri khas warna putih, kemerahan.
  10. P. citrinopileatus yang memiliki ciri khas warna kuning keemasan.

Sama halnya dengan hewan ternak dan tumbuhan lainnya, jamur tiram juga mempunyai bibit yang berkualitas dan yang kurang berkualitas. Anda sebagai pengusaha jamur tiram harus jeli dalam memilih bibit Anda. Karena, memilih bibit berkualitas bisa dibilang sangat sulit, bahkan tak sedikit orang yang beranggapan bahwa tahapan inilah yang paling sulit. Karena jika salah memilih bibit, maka tahapan – tahapan selanjutnya akan sia – sia (tidak dapat menghasilkan jamur tiram dengan kualitas premium meskipun tahapan selanjutnya dilakukan dengan benar). Salah satu masalah yang sering terjadi kepada petani jamur adalah miselium yang gagal tumbuh yang disebabkan oleh kesalahan dalam pemilihan bibit. Alhasil, panenpun kurang maksimal.

Untuk mengetahui bibit yang kurang berkualitas, setidaknya ada 2 cara sederhana yang bisa Anda lakukan. Yang pertama adalah dengan membuat sendiri bibit Anda. Anda harus membibitkan bibit murni dan mendapatkan bibit F1. Atau yang kedua adalah dengan membeli bibit berkualitas dari petani jamur. Atau lebih baik jika Anda beli di salah satu instansi penyedia bibit yang sudah terpercaya. Tentunya, harga bibit yang berkualitas akan lebih mahal dari yang biasa, namun hasilnya akan sangat memuaskan di kemudian hari.

Baca Juga:

Jadi, berikut ini adalah cara budidaya jamur tiram mulai dari tahap awal hingga akhir dan masa panen:

1. Proses Fermentasi

Setelah Anda selesai membuat media tanam, Anda tidak bisa langsung menanamkan jamur tiram disana. Melainkan Anda harus menunggu proses fermentasi selama 5-10 hari tergantung kondisi. Anda tidak perlu melakukan apapun dalam proses ini, yang perlu Anda lakukan hanyalah menunggu. Hal ini bertujuan agar proses pelapukan atau biasa juga disebut dengan pengomposan terjadi pada media tanam.

Selama proses fermentasi, suhu media tanam akan meningkat drastis hingga mencapai 70 derajat celcius. Setiap hari Anda harus melakukan proses pembalikan pada media tanam untuk meratakan proses pelapukan. Sebenarnya proses fermentasi ini berguna untuk mempercepat proses pelapukan serta membunuh jamur liar yang bisa mengganggu pertumbuhan jamur tiram Anda.

Singkat kata, Anda juga tidak bisa main – main pada tahap ini, jangan lupa untuk mengontrol proses fermentasi setiap hari. Ketika warna media tanam sudah berubah menjadi coklat kehitaman, maka media tanam tersebut sudah siap.

Baca Juga:

2. Proses Sterilisasi

Setelah proses fermentasi selesai, maka saatnya media tanam dimasukkan ke dalam kantong plastik jenis polipropilen. Kemudian, media tanam tadi dipadatkan hingga terbentuk seperti botol. Kemudian bagian atas plastik atau biasa disebut juga dengan leher kantong plastik dipasangi ring, disumbat dengan menggunakan kapas, kemudian dipasang penutup baglog sehingga air tidak masuk ke dalam.

Setelah baglog siap, Anda bisa memulai proses sterilisasi dengan cara mengukusnya. Alatnya pun tidak ribet, Anda dapat menggunakan drum. Pada intinya, proses ini memanfaatkan panas uaip air yang mempunyai suhu sekitar 95 sampai 110 derajat celcius dalam waktu 8 – 10 jam.

Yang perlu Anda perhatikan adalah kestabilan api tungku, jangan sampai terlalu panas, apalagi mati di tengah jalan saat Anda tidur. Selanjutnya wadah dari pengukus dibuka dan didiamkan selama sekitar 5 jam agar suhu dari baglog dan media tanam menjadi normal kembali.

Baca Juga: Cara Menanam Pohon Kelapa

3. Proses Inokulasi

Ada baiknya jika baglog yang sudah disterilisasi dipindah ke ruang khusus bernama inokulasi dan didiamkan selama seharian penuh untuk mengembalikan baglog ke suhu normal seutuhnya. Karena mungkin saja suhu permukaan sudah normal namun suhu di dalamnya masih panas. Ruangan inokulasi harus steril dan memiliki sirkulasi udara yang lancar dan baik. Karena fungsi dari ruangan inokulasi tersebut adalah untuk meminimalisir baglog dari spora pathogen atau bakteri lainnya. Cara memasukkan bibit kedalam baglog terbilang mudah, Anda hanya perlu melakukan :

  1. Ambillah botol bibit F3, kemudian berikan alkohol dengan cara menyemprotkannya. Anda dapat menggunakan semprotan burung ata semacamnya. Setelah itu Anda dapat memanaskan mulut botol di atas api spirtus sehingga kapas terbakar, lalu matikan api yang membakar kapas tersebut.
  2. Setelah kapas yang tenagah menyumbat botol tersebut dibuka, aduklah menggunakan sebuah kawat steril (dapat di sterilkan dengan api yang panas)
  3. Masukkan bibit ke baglog sampai penuh dan tutup dengan kapas. Biasanya setiap baglog bisa diisi sekitar 10 gram bibit, namun ini juga menyesuaikan keadaan.

Baca Juga:

4. Proses Inkubasi

Nama lain dari proses inkubasi adalah pemeraman, yang bertujuan untuk menumbuhkan miselium. Ruang inkubasi biasanya mempunyai suhu sekitar 24 sampai 29 derajat celcius dengan kelempaban 90 – 100%, cahaya 500 – 1.000 lux dan sirkulasi udara sekitar 1 – 2 jam.

Anda mungkin sedikit dibuat bingung dengan istilah – istilah yang sebelumnya belum pernah Anda dengar, maka dari itu Anda haru membaca banyak sekali artikel sebagai referensi dan acuan Anda dalam budidaya jamur tiram ini. Proses inkubasi ini biasanya berlangsung sekitar 15 – 30 hari sesuai kebutuhan dan kondisi.

Dan seharusnya miselium sudah tumbuh sekitar separuh bagian baglog. Apabila miselium sudah memenuhi baglog, itu tandanya baglog tersebut sudah siap untuk dipindahkan ke rumah kumbung untuk dibudidayakan. Ini adalah babak penentuan bagi jamur tiram Anda, karena jika miselium tersebut tidak tumbuh, bisa dikatakan bahwa proses inakulasi telah gagal.

Baca juga:

5. Rumah Kumbung

Untuk baglog yang sudah Anda pindahkan ke ruang kumbung dengan kondisi sudah dipenuhi oleh misellium, Anda dapat melubangi ujung baglog. Lagi –lagi tentunya Anda harus menggunakan alat yang steril. Anda dapat menggunakan kawat atau silet yang sebelumnya sudah Anda panaskan terlebih dahulu untuk melubangi baglog.

Lubang itu kelak akan menjadi tempat buah jamur tiram tumbuh. Oiya, jika bibit jamur tiram yang Anda punya adalah bibit F4, maka Anda bisa langsung menempatkan bibit tersebut di rumah kumbung. Biasanya, buah jamur sudah mulai terlihat saat umur sekitar 1 – 2 bulan dari penempatan baglog ke rumah kumbung.

Begitulah tahapan – tahapan yang perlu Anda lakukan untuk membudidayakan jamur tiram. Cukup mudah untuk sebuah budidaya, Kuncinya terletak pada ketelitian Anda dalam menjaga jamur tiram Anda yang tengah tumbuh. Meskipun banyak sekali tahapan yang menuntut Anda menunggu, seperti saat fermentasi dan inkubasi, Anda tetap harus mengecek keadaan jamur Anda setiap hari, alangkah baiknya jika Anda melakukan hal ini bersama teman Anda. Jadi, cara budidaya jamur tiram harus dilakukan dengan teliti sampai jamur tumbuh dan bisa panen.

Baca Juga:

Tips Memilih Bibit Jamur Tiram

Jika Anda membeli bibit jamur tiram berkualitas dari orang lain, Anda juga tidak bisa sepenuhnya percaya kepada mereka. Anda harus tetap memperhatikan beberapa hal berikut untuk menghindari hal yang tidak di inginkan :

  1. Cek nilai BER (biological ratio) dari bibit tersebut. Untuk jamur tiram biasanya memiliki BER sekitar 75%
  2. Instansi ternama yang saya maksudkan di atas adalah instansi yang sudah memiliki sertifikat atau sudah dilegalkan dari pemerintah
  3. Miseliom tumbuh penuh dan merata
  4. Cek kembali tanggal kadaluarsanya
  5. Berkonsultasilah kepada mereka yang sudah berhasil membudidayakan jamur tiram. Tentu saja hal ini tidak mudah, karena Anda paling tidak harus akrab terlebih dahulu kepada mereka. Pengusaha jamur tiram yang sudah sukses tentunya tidak akan mudah membagikan resep kesuksesannya kepada orang yang tidak mereka kenal yang mungkin nanti suatu hari justru menjadi kompetitor mereka.

Selain mengenal jenis – jenis jamur tiram serta bagaimana cara memilih bibit yang berkualitas, Anda juga harus mengerti tentang media tanam untuk jamur tiram. Ada beberapa bahan yang dapat digunakan untuk menjadi media tanam. Beberapa bahan ini dicampur menjadi satu dengan komposisi yang sesuai dengan kebutuhan jamur tiram.

Untuk hal ini Anda harus mencari banyak referensi tentang komposisi yang pas untuk jenis jamur tiram yang akan Anda budidaya. Bahan – bahan tersebut adalah : serbuk kayu, bekatul, kapur CaCo, dan air. Komposisi yang ideal seharusnya menghasilkan media tanam yang jika digenggam tidak mengeluarkan air, namun jika dileas tidak pecah.

Lihat juga video cara budidaya jamur tiram berikut ini: 


Jadi, jika kalian bisa saling bergantian menjaga jamur tiram, apalagi jika Anda dan teman – teman belum pernah ada pengalaman untuk membudidayakan sesuatu, tentunya harus memberikan perhatian ekstra terlebih dahulu sebelum benar – benar paham cara yang tepat untuk budidaya jamur tiram.

Untuk mangsa pasar, Anda juga tidak perlu khawatir, saya yakin di lingkungan Anda juga banyak peminat dari jamur tiram ini. Entah itu diolah menjadi makanan ringan atau menjadi lauk yang dimakan berbarengan dengan nasi. Jikalau peminat kurang di tempat Anda, maka pengiriman ke luar daerah juga bisa menjadi solusi yang Pas untuk Anda. Yang paling penting, terus belajar dan tekun dalam menjalani budidaya jamur tiram ini. Semoga informasi tentang cara budidaya jamur tiram ini bermanfaat.

Baca Juga: