Sponsors Link

8 Cara Menanam Cabe Jamu dari Biji (Teknik Mudah)

Mungkin nama cabe jamu bagi sebagian orang masih sangat asing. Namun walaupun begitu, ternyata cabe jamu atau juga sering dikenal dengan nama cabe jawa memiliki segudang manfaat. Terutama bagi kesehatan dan juga bumbu masakan.

Cabe Jamu biasa juga dikenal dengan nama latin Piper Retrofractum Vahl. Siapa sangka, ternyata cabe ini banyak sekali peminatnya. Bahkan hampir sebagian hasil panen dari dalam negeri di eksport ke negara lain seperti Singapura, Tiongkok, Malaysia, Eropa, Amerika, bahkan Timur Tengah.

Pada perkembangannya, tidak banyak orang yang membudidayakan cabe Jawa. Kebanyakan dari mereka lebih banyak membudidayakan jenis cabe lainnya. Padahal, selain pangsa pasarnya yang masih sangat banyak, cabe Jawa juga memiliki segudang manfaat bagi kesehatan. Seperti misalnya:

  • Mengobati sakit kepala
  • Mengobati flu,
  • Mengobati sakit pinggang,
  • Mengobati asma,
  • Mengobati kolera,
  • Mengobati stroke,
  • Mengobati lemah syahwat, dan lainnya.

Bagian yang biasanya digunakan untuk pengobatan alternatif penyakit-penyakit diatas adalah bagian buah dan juga daun. Buah dan daun direbus untuk diminum air rebusannya.

Baca Juga:

Di Indonesia sendiri, tidak banyak daerah yang menjadikan tanaman cabe jamu atau cabe jawa sebagai komoditas utama pertanian mereka. Hal ini dikarenakan usia panen dari cabe Jawa lebih lama dibandingkan cabe pada umumnya. Terlebih, cabe jawa memiliki cara tersendiri agar tanamannya bisa tumbuh.

Walaupun seperti itu, ada banyak juga kelebihan cabe jawa dibandingkan tanaman cabe pada umumnya. Cabe pada umumnya, saat usia tanaman mulai tua, produktifitas tanaman tersebut mulai berkurang yang dapat dilihat dari kualitas serta kuantitas hasil panennya yang semakin berkurang. Berbeda dengan cabe jawa, semakin tua usia tanaman, maka produktifitas tanaman akan semakin baik.

Baca Juga:

Siapa sangka cabe jamu adalah salah satu komoditas pertanian dengan harga yang cukup menggiurkan dibanding tanaman cabe lainnya. Inilah cara menanam cabe jamu yang bisa anda mulai besok pagi.

1. Pemilihan Bibit 

Cabe Jawa memang termasuk tanaman yang unik jika dibandingkan dengan tanaman cabe lainnya. Karena, tanaman ini termasuk tanaman yang proses penanamannya bisa melalui proses stek. Sama seperti tanaman singkong, namun berbeda bagian yang di stek. Jika pada singkong bagian yang di stek adalah batangnya, pada cabe jawa bagian yang di stek adalah bagian sulur panjat.

Dan walaupun begitu tetap ada satu hal yang harus diperhatikan jika anda ingin menanam cabe jawa dengan cara stek. Yaitu harus dari indukan yang produktif. Beberapa ciri-ciri indukan yang produktif itu adalah:

  • Tahan terhadap hama,
  • Sudah berusia tua,
  • Berbuah banyak
  • Responsive terhadap pupuk,
  • Tahan terhadap cuaca, dan
  • Bentuk fisik yang besar, kuat, serta kokoh.

Indukan yang memiliki kriteria diatas sangat penting untuk dijadikan indukan stek jika anda ingin menanam cabe jamu. Karena dengan begitu, hasil yang akan anda dapatkan dipastikan tidak akan jauh berbeda dengan indukannya.

Cabe jawa adalah salah satu tanaman asli Indonesia yang banyak di jumpai di pekarangan-pekarangan serta hutan-hutan tropis. Bahkan jika di kelompokan, cabe Jawa masih berkerabat dekat dengan kemuskus dan juga lada. Namun, ternyata cabe jawa juga termasuk dalam suku Piperaceae atau sirih-sirihan.

Dalam segi harga, cabe jawa memiliki harga yang relatif lebih mahal jika dibandingkan dengan cabe lainnya. Bahkan, harga cabe jawa memiliki harga yang relative stabil di kisaran Rp.40.000 sampai dengan Rp.70.000 per kilogramnya.

Baca Juga:

2. Persiapan Lahan

Menanam cabe jamu tidak bisa dilakukan dengan menggunakan pot atau polybag. Terkecuali jika anda menanamnya dari bibit dimana penyemaian bibit harus dilakukan. Namun secara umum, cara menanam cabe jamu memerlukan lahan yang cukup luas dan terkena sinar matahari secara langsung.

Selain memperhatikan sinar matahari, gulma atau rumput liar juga sudah seharusnya dibersihkan sebelum proses penanaman dilakukan. Hal ini selain berguna untuk kebersihan juga berguna untuk meminimalisir hama penyakit yang biasanya bersembunyi di rumput liar.

Lahan yang baik untuk penanaman cabe jawa adalah lahan sawah. Namun jika tidak ada, anda juga bisa menggunakan lahan yang ada di perkarangan rumah dengan syarat lahan tersebut harus gembur. Fungsi dari tanah yang gembur adalah untuk memudahkan pergerakan dan pertumbuhan akar saat menembus tanah dan juga memudahkan air agar terserap kedalam tanah.

Selain itu, hal yang harus diperhatikan lainnya tentang lahan adalah saluran irigasi atau biasa disebut dengan Galengan. Galengan berfungsi sebagai jalan air mengalir agar ketika hujan turun atau kita berlebihan saat menyiram, air akan mengalir lewat galengan itu dan menjaga kandungan air didalam tanah tidak berlebihan. Kandungan air yang berlebihan sangat berpotensi untuk menghambat pertumbuhan dan membusukan akar. Jamur dan penyakit biasanya berawal dari daerah yang lembab karena terlalu banyak kandungan air.

Baca Juga:

3. Pemasangan tiang

Salah satu perbedaan cabe jamu dengan cabe jenis lainnya adalah dia membutuhkan tiang penyangga. Cabe jamu adalah salah satu tanaman yang merambat keatas sehingga membutuhkan penyangga yang kuat dan tegak lurus ke atas.

Penyangga ini bisa menggunakan buatan sendiri seperti terbuat dari beton ataupun mengunakan penyangga dari kayu tanaman lain. Syaratnya penyangga yang akan digunakan untuk tiang cabe jawa ini adalah kuat dan tahan lama. Karena cabe jawa termasuk tanaman yang daya tahan hidupnya cukup lama bahkan sampai bertahun-tahun. Biasanya, para petani cabe jawa menggunakan tiang penyangga dari pohon seno ataupun pohon kelor ramban. Selain kuat, kedua tanaman itu juga tahan lama.

Selain jenis tiang yang digunakan, hal lain yang harus diperhatikan adalah jarak antara satu tiang dengan tiang lainnya. Jarak ideal yang biasa digunakan adalah 1,5m x 1,5m.

Baca Juga:

4. Cara memindahkan dan menanam bibit Cabe Jamu 

Untuk penanaman sendiri, seperti sudah dijelaskan diatas, bisa menggunakan stek dan juga menggunakan bibit. Untuk bibit, anda harus melalui proses penyemaian. Inilah beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat penyemaian:

  • Penyemaian biasanya dilakukan didalam polybag selama 1,5-2 bulan lamanya dan bibit cabe jamu tidak terkena sinar matahari secara langsung.
  • Penyiraman bibit tanaman dilakukan dua kali dalam satu hari, pagi hari dan sore hari.
  • Pemindahan bibit yang sudah siap, sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari dimana kondisi udara tidak/sudah tidak sepanas siang hari. Hal ini perlu diperhatikan karena bibit tanaman yang kita pindahkan masih sangat rentan untuk rusak.
  • Cara pemindahan bibit juga dilakukan dengan cara menyiram polybag dengan air terlebih dahulu untuk kemudian dilakukan pemindahan. Dalam hal pemindahan, bibit tidak dicabut dari polybag. Melainkan ditanam bersama tanah yang ada di dalam polybag. Hal ini dikarenakan akar dari bibit yang sudah tumbuh menyebar kedalam tanah sangat rentan rusak jiga bibit dicabut. Oleh karena itu pemindahan dengan tanah sangat dianjurkan. Sebelum itu, pembuatan lubang tanam di lahan tempat bibit ini nantinya akan ditanam juga harus dilakukan sebelum pemindahan dilakukan.
  • Bibit yang sudah berhasil dipindahkan, belum boleh terkena sinar matahari secara langsung. Itulah kenapa pemindahan bibit sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari sebelum/sesudah matahari bersinar terik. Untuk menghindari terkenanya bibit dari sinar matahari langsung, bibit harus di naungi dengan tutupan yang biasanya berupa daun ataupun pelepah pisang selama 7 hari. Setelah masa pemindahan ini, penyiraman dilakukan 2 kali sehari. Pagi dan sore hari.
  • Waktu yang baik untuk cara menanam cabe jawa adalah pada saat permulaan musim hujan. Hal ini karena matahari tidak terlalu terik saat bersinar, kelembaban udara terjaga, dan bibit tanaman pun tidak kekurangan pasokan air. Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah gulma. Gulma lebih cepat tumbuh pada musim hujan dibanding saat musim kemarau.

Baca Juga:

5. Pemupukan

Cara menanam cabe jamu yang selanjutnya adalah tahap pemupukan. Pemupukan adalah hal yang sangat penting dilakukan jika anda ingin bercocok tanam. Begitu juga dalam proses penanaman cabe jamu ini. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam hal pemupukan saat membudidaya cabe jawa. Yaitu:

  • Sebelum tanah dimasukan kedalam polybag dan dimasukan bibit cabe jawa, Tanah sebaiknya dicampur dengan pupuk dasar. Sehingga saat bibit ditanamkan, tanah sudah bercampur dengan pupuk dan merangsang bibit untuk tumbuh.
  • Sebelum pemindahan bibit dari polybag ke lahan, lahan harus memiliki lubang tanam terlebih dahulu. Dan lubang tanam tersebut harus sudah diisi oleh pupuk sebelum di tanami bibit yang dipindahi.
  • Pupuk yang cocok untuk tanaman cabe jawa adalah jenis pupuk kandang. Hanya saja ada waktu-waktu khusus untuk pemberiannya. Waktu-waktu itu adalah:
  • Dibawah satu tahun, perpohon diberikan 5kg pupuk kandang pertahun.
  • Lewat dari satu tahun, perpohon diberikan 10kg pupuk kandang pertahun.
  • Lewat dari dua tahun, perpohon diberikan 15kg pupuk kandang pertahun.

Baca Juga:

6. Perawatan Tanaman 

Perawatan yang diperlukan oleh cabe jamu adalah berupa pengikatan oleh tali pada sulur-sulur tanaman. Tanaman cabe jawa adalah tanaman yang tumbuh keatas sehingga jika sulurnya tidak langsung diikat, pertumbuhan dari tanaman ini juga akan terganggu. Pengikatan ini berfungsi untuk membuat sulur-sulur tanaman cabe jawa ini tetap menempel pada tiangnya dan menjadikan tiang sebagai penopangnya.

Tali yang biasa digunakan untuk mengikat biasanya berupa tali plastik atau tali rafia. Namun jenis tali yang lebih disarankan untuk mengikat adalah tali yang terbuat dari pelepah pisang. Ini karena tali jenis ini ketika sudah cukup lama akan rusak dan terlepas sendiri seiring bertambah besarnya sulur sehingga tidak akan mengganggu pertumbuhan tanaman cabe jawa ini.

Baca Juga:

7. Penanganan hama

Salah satu hama yang biasa menyerang tanaman cabe jawa adalah jamur Phytophthora. Jamur ini menyerang bagian akar pada tanaman cabe jamu. Hasilnya, tanaman akan sakit dan mengakibatkan kematian secara perlahan pada tanaman. Beberapa ciri yang bisa kita kenali dari tanaman cabe jamu yang terkena hama jamur ini adalah:

  • Daun menguning,
  • Pohon menjadi layu,
  • Daun berguguran, dan
  • Batang mulai menghitam.

Batang yang menghitam menandakan tanaman sudah terlalu parah terkena jamur Phytophthora. Jika sudah seperti ini tidak lama lagi tanaman dipastikan akan mati. Jika ini sudah terjadi, maka tidak ada yang bisa dilakukan lagi. Namun agar tidak menular ke tanaman yang lain, ada hal yang bisa anda lakukan. Cabut pohon yang terinfeksi dan bakar. Usahakan pembakaran dilakukan cukup jauh dari tanaman yang lain dan cuci bersih peralatan yang biasa digunakan sebelum digunakan kembali untuk merawat tanaman cabe jamu yang lain.

8. Pemanenan

Cabe jamu dipanen manakala buah cabe sudah berwarna merah. Biasanya pada saat umur tanaman sudah mencapai 1 sampai 1,5 tahun. Hanya saja cara pemetikannya yang cukup memakan tenaga jika dibandingkan dengan memanen cabe pada umumnya. Hal ini karena tanaman cabe jamu tumbuh meninggi ke atas sehingga untuk dapat memetik buahnya satu persatu, diperlukan tangga yang cukup tinggi untuk membantu anda menggapai buah yang sudah siap panen.

Baca Juga:

Tips Menanam Cabe Jamu

Jamur Phytophthora biasanya bermunculan pada saat musim hujan disaat tanah menjadi lebih basah dan lembab karena kandungan air yang ada didalamnya. Untuk itu, ada beberapa cara menanam cabe jamu yang bisa anda lakukan sebagai langkah pencegahan agar tanaman cabe jamu anda tidak terinfeksi jamur pengganggu ini. Cara-cara itu adalah:

  1. Pembuatan saluran irigasi. Saluran irigasi pada saat musim hujan sangat berguna untuk mengalirkan air hujan agar tidak menggenang di dekat tanaman. Air yang menggenang dan tanah menyerapnya secara berlebihan akan menjadikan tanah selalu dalam keadaan basah dan kemungkinan jamur tumbuh semakin besar.
  2. Pemupukan selain berguna untuk menyuburkan tanah juga berguna untuk menambah daya tahan tanaman terhadap berbagai macam serangan penyakit.
  3. Pemangkasan daun juga menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya serangan jamur Phytophthora. Tanaman cabe jamu yang tumbuh dengan daun lebat dapat dinilai bagus sebagai indikator tanaman yang subur. Namun dalam segi kesehatan, ternyata ini harus dihindari karena mencegah cahaya matahari menyinari bagian-bagian lain dari tanaman karena terhalang daun-daun tersebut.
  4. Penyemprotan tanaman dengan bahan-bahan yang mengandung Fungisida. Mengingat jamur Phytophthora hanya menyerang pada musim hujan, maka penyemprotan bisa dilakukan pada saat musim kemarau.

Pada dasarnya, jamur Phytophthora juga menyerang tanaman cabe jenis lainnya sehingga penanganannya pun tidak jauh berbeda.

Baca Juga:

Berikut ini panduan lengkap cara menanam cabe jamu untuk pemula:


Itulah langkah mudah menanam cabe jamu yang bisa anda mulai besok pagi. Semoga artikel ini membantu dan selamat bercocok tanam!

, ,
Oleh :
Kategori : Umbi