7 Cara Menanam Cengkeh Agar Cepat Berbuah

Cengkeh atau cengkih merupakan tanaman asli nusantara. Tanaman ini berasal dari Pulau Maluku, kemudian menyebar di daratan Indonesia lainnya hingga ke manca negara seperti Bangladesh, Sri Lanka, Pakistan, dan banyak lagi.

Cengkeh merupakan salah satu jenis tanaman rempah yang memiliki banyak manfaat. Bagian yang sering dimanfaatkan dari tanaman cengkeh adalah bagian kuncup bunganya. Biasanya akan melalui proses pengeringan terlebih dahulu sebelum akhirnya dikonsumsi atau digunakan. Kuncup bunga dari tanaman inilah yang seringkali disebut oleh masyarakat sebagai cengkeh.

Manfaat Cengkeh

Cengkeh biasa digunakan sebagai penambah citarasa makanan maupun minuman. Sensasinya yang hangat dan pedas cukup digemari oleh kalangan masyarakat, terutama yang tinggal di daerah dingin. Di samping itu, cengkeh juga memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh karena diketahui mengandung fosfor, zat besi, magnesium, kalsium, kalium, seng, natrium, dan vitamin. Beberapa manfaat cengkeh untuk tubuh adalah sebagai berikut.

  • Menyehatkan jantung
  • Melancarkan pencernaan
  • Sebagai anti-oksidan
  • Mengatasi radang
  • Mengatasi rasa nyeri karena sakit gigi
  • Mencegah bau mulut dan bau badan
  • Mengontrol gula darah
  • Meningkatkan sistem imun tubuh

Manfaat yang begitu luar biasa dari rempah-rempah berwarna coklat ini membuatnya cukup istimewa sehingga menarik banyak peminat untuk membudidayakannya, terlebih karena rempah ini memang berasal dari Indonesia. Iklim tropis yang dimiliki oleh Indonesia menjadi poin penting penunjang pertumbuhan cengkeh.

Harga cengkeh di pasaran diketahui cukup stabil dengan permintaan konsumen terhadap rempah ini juga meningkat. Cengkeh dapat disimpan dalam kurun waktu yang relatif lama dan kualitasnya juga tidak menurun. Cukup menjanjikan untuk dikembangkan sebagai peluang usaha. Anda tertarik? Coba saja untuk membudidayakannya terlebih dahulu. Berikut adalah cara menanam cengkeh agar cepat berbuah.

Baca juga:

Artikel ini akan membahas tentang 7 cara menanam cengkeh agar cepat berbuah. Bagaimana caranya? Mari kita simak ulasan berikut ini!

1. Persiapan Bibit Cengkeh

Cara pertama untuk mendapatkan tanaman cengkeh agar cepat berbuah adalah dengan memilih bibit unggul cengkeh. Bibit cengkeh bisa Anda dapatkan dengan membeli langsung benihnya, atau dengan memanfaatkan buah cengkeh yang Anda miliki. Untuk buah cengkeh yang dianjurkan adalah buah cengkeh yang sudah tua, berwarna ungu kehitaman.

Pastikan bahwa buah cengkeh yang Anda pilih memang merupakan buah yang telah masak di pohonnya. Apabila Anda sudah mendapatkan buah yang berkualitas, maka tahap berikutnya adalah memanfaatkan biji buahnya sebagai benih. Cara mendapatkan benih cengkeh dari buahnya dapat Anda lakukan dengan beberapa tahap berikut ini.

  • Kupas kulit buah cengkeh dengan hati-hati
  • Pastikan bijinya tidak lecet atau luka
  • Keluarkan biji-biji yang ada di dalam buah
  • Hindari biji yang terlalu kecil atau pun yang memiliki bercak hitam
  • Rendam biji yang terpilih dengan air selama satu hari
  • Cucilah biji cengkeh dengan air
  • Ulangi pencucian sebanyak dua sampai tiga kali hingga lendir-lendir pada biji tidak ada lagi yang menempel

Baca juga:

2. Persiapan Media Tanam

Sebelum menanam, pemilihan media tanam juga harus diperhitungkan. Beberapa alat dan bahan yang perlu Anda siapkan untuk menanam cengkeh adalah sebagai berikut.

  • Tanah gembur
  • Pupuk kandang
  • Pot atau polybag yang telah dilubangi di bagian bawah
  • Cetok
  • Air secukupnya

Baca juga:

3. Pembibitan Cengkeh

Tanaman cengkeh sebaiknya disemai terlebih dahulu dengan menggunakan media tanam yang lebih kecil untuk menstimulasi pertumbuhan akar. Dengan demikian, pembibitan pun dapat dikontrol atau dipantau dengan mudah hingga pertumbuhan tunas.

Adapun langkah-langkah yang perlu ditempuh untuk pembibitan adalah sebagai berikut.

  • Campurkan tanah dan pupuk kandang. Perbandingannya 2:1
  • Masukkan campuran tanah ke dalam pot atau polybag yang telah disediakan
  • Buatlah lubang di bagian tengahnya
  • Letakkan biji cengkeh di dalam lubang
  • Tutup dengan tanah
  • Padatkan tanah secara perlahan
  • Siram dengan air secukupnya
  • Letakkan calon bibit di tempat yang strategis dan aman dari angin kencang
  • Pastikan terkena sinar matahari sebanyak 25%
  • Pantau pertumbuhan bibit cengkeh

Baca juga:

4. Persiapan Lahan

Untuk tata cara menanam cengkeh agar berbuah lebat, tidak terlepas dari pengolahan lahan yang baik. Pengolahan lahan sebaiknya dilakukan dua bulan sebelum melakukan proses pemindahan bibit. Memang butuh waktu yang sedikit lebih lama guna menunggu lahan agar siap untuk ditanami.

Berikut adalah metode pengolahan lahan yang baik.

  • Pilih lahan di areal yang terbuka dan terkena sinar matahari langsung
  • Bersihkan lahan tanam cengkeh dari bebatuan, gulma atau tanaman liar
  • Lakukan penggemburan terhadap lahan tanam
  • Diamkan lahan yang sudah digemburkan selama satu minggu untuk membantu sterilisasi tanah dari gas-gas yang mengancam pertumbuhan tanaman
  • Cangkul tanah dengan kedalaman 75 cm
  • Pastikan lebar lubang tanam sekitar 50 cm
  • Masukkan pupuk kandang ke dalam lubang tanam
  • Diamkan selama satu bulan agar pupuk meresap ke dalam tanah

Baca juga:

5. Pemindahan Bibit Cengkeh

Yang dibutuhkan dalam memindahkan bibit cengkeh adalah bibit tanaman cengkeh itu sendiri serta lahan permanen yang akan dijadikan sebagai lahan tanam cengkeh. Bibit cengkeh yang sekiranya sudah dapat dipindahkan ke lahan permanen adalah bibit tanaman yang sudah berumur 2 tahun.

Pemindahan bibit dapat dilakukan dengan tahapan berikut ini.

  • Pastikan bibit yang akan ditanam adalah bibit dengan kondisi batang lurus.
  • Robeklah polybag
  • Ambil bibit cengkeh hingga ke akarnya
  • Semprotkan dengan air agar bersih dari tanah yang menempel
  • Tanam bibit ke lubang yang telah disiapkan
  • Tutup dengan tanah
  • Padatkan dengan perlahan
  • Ikat tanaman dengan kayu
  • Posisikan kayu menancap dengan keadaan miring
  • Taburkan pupuk kandang di sekitar tanaman
  • Timbun kembali dengan tanah
  • Taburkan kapur pertanian di sekitar tanaman guna memperbaiki pH tanah

Baca juga:

6. Perawatan Tanaman Cengkeh

Tanaman cengkeh yang sudah ditanam ke lahan permanen harus tetap dijaga pertumbuhannya, mengingat banyaknya hama peyakit yang dapat menyerang tanaman cengkeh. Hal ini dapat menyebabkan tanaman rusak hingga mati. Terutama di tahun-tahun awal, perawatan harus intens dilakukan guna menjaga pertumbuhan tanaman agar menjadi kokoh, besar, dan cepat berbuah.

Perawatan atau pemeliharan tanaman cengkeh dapat dilakukan dengan cara-cara berikut ini.

  • Berikan pupuk secara berkala setiap 4 bulan sekali pada dua tahun pertama.
  • Semprotkan insektisida jika terdapat hambatan dalam pertumbuhan tanaman atau bermasalah dengan daunnya.
  • Siramlah tanaman dengan air yang cukup terutama saat musim kemarau.
  • Cabutlah gulma atau tanaman liar yang tumbuh di sekitar tanaman cengkeh.
  • Lakukan penggemburan tanah secara berkala setiap satu bulan sekali.

Baca Juga:

7. Proses Panen Cengkeh

Tanaman cengkeh merupakan tanaman yang mampu tumbuh besar dengan tinggi dapat mencapai hingga 8 sampai 12 meter. Tanaman yang tergolong tanaman rempah ini mampu hidup bertahun-tahun dan berdaun lebat hijau (agak kekuningan) sepanjang tahun, baik saat musim hujan ataupun kemarau.

Penantian untuk memanen cengkeh memang harus dijunjung dengan kesabaran. Bagaimana tidak? Untuk dapat memanen cengkeh, para pegiat tanaman harus menunggu hingga lima tahun lamanya. Bagi Anda, calon penggiat budidaya tanaman cengkeh tidak perlu khawatir setelah mengetahui informasi tersebut karena kuantitas cengkeh yang dihasilkan sangat tinggi dalam sekali panen. Selain itu, proses panen juga dapat dilakukan berkali-kali pada satu pohon yang sama.

Diketahui bahwa satu pohon dapat menghasilkan 3 sampai 5 kg cengkeh. Satu pohon cengkeh dapat dipanen 3 sampai 6 kali. Jarak waktu untuk memanen adalah 5 sampai 7 hari. Pemetikan atau panen harus dilakukan di waktu yang tepat. Jika pemetikan dilakukan lebih awal ataupun terlambat maka cengkeh dianggap sebagai cengkeh yang kurang berkualitas.

Proses panen cengkeh biasanya dilakukan dengan memetik bagian bunganya. Jangan sampai bunganya mekar karena yang biasanya dibutuhkan adalah bunga yang kuncup. Cukup petik bagian bunganya saja tanpa mengikutkan ranting dan daunnya. Hal ini bertujuan untuk menjaga pertumbuhan tunas tanaman cengkeh. Setelah memetik bunga, tempatkanlah bunga-bunga tersebut ke dalam keranjang atau wadah yang telah disiapkan.

Baca juga:

Menanam Cengkeh dalam Pot

Menanam cengkeh juga dapat Anda lakukan dengan menggunakan pot sebagai lahan tanamnya. Tentunya hal ini sebagai tahap awal dari proses menanam cengkeh. Berikut adalah ulasan singkat cara menanam cengkeh dalam Pot.

  • Siapkan pot yang telah dilubangi
  • Masukkan campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1
  • Buatlah lubang tanam di bagian tengahnya
  • Masukkan biji cengkeh
  • Timbun dengan tanah
  • Padatkan tanah dengan lembut
  • Siram dengan air secukupnya
  • Letakkan di tempat yang terhindar dari angin kencang dan strategis

Baca juga:

Syarat Tumbuh Cengkeh

Tidak hanya cara merawat tanaman cengkeh yang perlu diperhatikan. Jauh sebelum Anda ingin menanam cengkeh, pastikan posisi lahan tanam Anda memenuhi syarat-syarat berikut ini.

  • Suhu udara maksimal 30 derajat Celcius
  • Ketinggian 200 sampai 500 mdpl
  • Curah hujan 1500 sampai 2500 mm /tahun
  • Jenis tanah andosol, latosol, regosol, dan podsolik merah
  • pH tanah 5,5 sampai 6,5

Selanjutnya, simak juga panduan lengkap cara menanam cengkeh berikut ini:


Jika syarat di atas telah dipenuhi, maka bersiaplah Anda untuk melakukan langkah demi langkah cara menanam cengkeh. Anda cukup tertarik untuk membudidayakan cengkeh? Pastikan Anda telah melakukan setiap prosesnya langkah demi langkah. Selamat bercocok tanam!

Baca juga: