Sponsors Link

8 Cara Budidaya Jangkrik Bagi Pemula (Panduan Lengkap)

Jangkrik, ya mungkin hewan ini yang sering bersuara di malam hari, apalagi di daerah pedesaan. Suara ini yang menghanyutkan alam hingga membawa kita ke nuansa pedesaan yang tentram dan damai. Hewan ini pun sangat bermanfaat sekali dalam bidang usaha pakan. Karena banyak hewan-hewan yang makanannya jangkrik. Seperti burung, ikan arwana, dan yang lainnya.

Pertanyaannya, bagaimana cara budidaya jangkrik? Perlu Anda ketahui, bahwa budidaya jangkrik ini merupakan suatu komoditi juga jenis usaha yang cukup menjanjikan bagi pecinta burung dan jangkrik. Jadi, bisa dikatakan kalau usaha budidaya jangkrik ini merupakan suatu peluang usaha yang memang beberapa tahun yang lalu sangat nge-trend namun sempat redup. Nah, sekarang Anda bisa membuat usaha budidaya jangkrik ini menjadi booming kembali. (Baca juga: Cara Menanam Daun Ketumbar)

Usahakan Anda menggunakan indukan jangkrik yang benar-benar dari alam asli dengan keadaan tubuh yang tidak cacat dalam memulai usaha budidaya jangkrik. Jadi, nantinya Anda akan mendapatkan jangkrik-jangkrik yang alami dan berkualitas. Memang sih, dalam mencari indukan jangkrik yang benar-benar dari alam asli ini sangat sulit didapatkan. Namun, Anda bisa menggunakan indukan jangkrik dengan perawatan yang lebih sebagai alternatif lain, jika Anda sulit mendapatkan indukan jangkrik yang berasal dari alam.

Nah, saat ini lomba burung sangatlah sering dilakukan, hingga lomba burung ini tergolong kegiatan yang populer di kalangan dunia pecinta burung. Jadi, peluang usaha budidaya jangkrik ini masih jadi peluang untuk Anda yang ingin mulai usaha jangkrik. Karena nantinya, jangkrik ini bisa digunakan sebagai pakan burung yang mana mulai populernya kegiatan lomba burung.

Baca juga:

Umumnya, harga jangkrik sekitar 50rb per kilogramnya. Nah, bayangkan saja, kalau Anda mampu memproduksi 100kg jangkrik per bulannya. Bisa jadi Anda bisa memiliki penghasilan sekitar 5 juta per bulannya dengan cukup budidaya jangkrik. Lumayan bukan? Apalagi budidaya jangkrik ini sangat mudah dilakukan, sekalipun Anda orang awam.

Selain sangat mudah dilakukan dalam budidaya jangkrik, budidaya jangkrik juga sangat minim resikonya. Bahkan dapat dikatakan hampir 90% keberhasilan yang bisa dicapai dalam budidaya jangkrik. Jadi, sudah tentu Anda akan mudah panennya nanti. Namun, hal ini juga perlu diimbangi dengan perawatan jangkrik yang baik. Dengan memberikan makanan dan beberapa perawatan lainnya, Anda bisa berpotensi untuk mengecilkan resiko atau gagalnya panen jangkrik dalam budidaya jangkrik ini.

Baca Juga:

Berikut ini adalah beberapa cara budidaya jangkrik yang benar dan mudah dilakukan.

1. Tempat yang Cocok untuk Kandang Jangkrik

Anda perlu menempatkan kandang jangkrik dalam budidaya jangkrik ini dengan tepat dan cocok. Jangan sampai, Anda salah tempat yang menyebabkan Anda malah gagal panen dalam budidaya jangkrik. Berikut ini adalah beberapa tempat yang cocok untuk budidaya jangkrik. (Baca juga: Cara Menanam Kunyit)

  • Ketenangan
    Usahakan kandang jangkrik lokasinya sangat tenang, teduh, juga mendapatkan sirkulasi udara yang baik. Hal ini dapat membuat jangkrik-jangkrik Anda dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Karena ia tak suka dengan tempat yang ramai dan panas. Hal itu dapat membuat jangkrik-jangkrik Anda merasa stress hingga menghmabat pertumbuhan dan perkembangan jangkrik-jangkrik Anda.
    Usahakan kandang jangkrik Anda, jauh dari sinar matahari secara langsung. Karena, sinar matahari yang berlebihan yang mengenai jangkrik-jangkrik Anda dapat menyebabkan mereka merasa kepanasa dan stress. Hal inilah yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan jangkrik-jangkrik Anda.
  • Bebas dari Predator
    Nah, yang ketiga usahakan kandang jangkrik jauh dari predator seperti hewan-hewan buas yang dapat menyebabkan jangkrik-jangkrik Anda habis karena dimakan. Walaupun jangkrik-jangkrik tersebut tidak dimakan oleh para predator, namun hewan-hewan buas atau predator ini akan membuat jangkrik-jangkrik Anda ketakutan. Hal ini akan membuat mereka mengalami stress dan menghambat pertumbuhan mereka. (Baca juga: Cara Budidaya Bunga Aster)
  • Jauh dari Kandang Ayam
    Yang terkahir, usahakan kandang jangkrik jauh dari kandang ayam. Tahu kan, kalau ayam-ayam sangat senang sekali memakan jangkrik. Jadi, jangan sampai jangkrik-jangkrik Anda habis dimakan oleh ayam-ayam tersebut.

Baca juga:

2. Persiapan Kandang

Dalam budidaya jangkrik, tentunya Anda perlu menyiapkan kandang sebelumnya. Buatlah perisiapan yang benar-benar matang agar Anda dapat melakukan budidaya jangkrik secara optimal dan benar. (Baca juga: Cara Budidaya Durian)

Berhubung jangkrik adalah hewan yang kegiatannya dominan di malam hari, maka siapkan kandang yang letaknya di tempat yang teduh dan gelap. Jangan sampai Anda meletakkan di bawah sinar matahari. Karena jangkrik kegiatannya di malam hari, maka di siang harinya ia pasti tidur. Jadi, jangan sampai sinar matahari mengganggu tidur mereka jangkrik-jangkrik Anda. Mereka juga perlu tidur yang tenang agar dapat tumbuh dengan baik.

Olesi kandang jangkrik dengan lumpur sawah untuk melindungi kondisi habitat mereka. Anda juga bisa memberikan daun-daun kering seperti daun sukun, daun timbul, daun pisang, atau daun-daun lainnya. Daun-daun ini dapat melindungi dan menjaga mereka agar mereka tidak saling memakan hingga menjadi jangkrik kanibal. Serem bukan? (Baca juga: Cara Menanam Kencur)

Selain melapisi kandang dengan daun-daunan di bagian samping, Anda juga perlu melapisi kandang jangkrik bagian atas dengan lakban. Hal ini dapat mengurangi kesempatan jangkrik Anda untuk merayap keluar lewat atas kandang jangkrik.

Anda buat lubang di salah satu sisi kandang dan ditutup dengan kasa untuk sirkulasi udara. Hal ini dilakukan untuk menjaga kelembaban kandang jangkrik Anda. Selain itu dapat memberikan udara yang cukup untuk jangkrik-jangkrik Anda.

Baca juga:

Untuk ukuran kandang jangkrik, tidak ada patokannya. Yang terpenting sesuai dengan jumlah populasi jangkrik dalam kandang yang anda buat. Namun, pada umumnya kandang jangkrik berbentuk persegi dengan ketinggian 50 cm, lebar 100cm, dan panjang 200 cm.

Kandang jangkrik dapat dibuat dengan menggunakan kayu dengan rangka kaso. Anda juga dapat mengirit modal, Anda bisa menggunakan triplek. Umumnya, kandang jangkrik dibuat secara bersusun dan minimal memiliki empat kaki sebagai penyangga kandang. (Baca juga: Cara Menanam Tebu)

Empat kaki kandang jangkrik, bisa Anda letakkan ke mangkuk yang berisi air. Hal ini dapat mencegah adanya gangguan binatang kecil seperti semut, cicak, tikus, atau serangga lainnya. Selain iar, Anda juga bisa menggunakan Vaseline (gemuk) atau minyak tanah yang diolesi ke setiap kaki penyangga.

Baca juga:

3. Bibit dan Induk Jangkrik

Bagaimana lagi cara budidaya jangkrik? Perlu diketahui, bibit jangkrik yang bagus adalah bibit yang sehat, tidak sakit, bebas dari cacat. Anda bisa melihat bibit jangkrik yang sehat dan tidak cacat ini adalah bisa dilihat dari sungut atau kakinya. Usahakan sungut atau kakinya tidak patah. Dan gunakan bibit jangkrik yang berusia 10 sampai 20 hari. (Baca juga: Cara Menanam Jahe)

Seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa induk jangkrik yang baik adalah induk jangkrik yang ditangkap dari alam bebas. Karena pada umumnya induk jangkrik yang berasal dari alam bebas ini memiliki katahanan tubuh yang lebih kuat tdaripada induk jangkrik yang berasal dari kandang. Memang hal ini sangat sulit untuk dilakukan, jadi Anda perlu membeli induk jangkrik yang betina ini dengan membelinya di pasar peternakan. Namun, untuk indukan jangkrik yang jantan sangat diusahakan berasal dari alam bebas. Jangkrik jantan yang berasal dari alam bebas ini akan lebih agresif sehingga dapat membantu perkembangbiakan jangkrik yang begitu cepat. Jadi dapat membuat Anda panen lebih cepat nantinya.

Untuk mendapatkan indukan jangkrik yang betina dan indukan jangkrik yang jantan Anda dapat melihat ciri-ciri berikut ini: (Baca juga: Cara Menanam Cabe Keriting)

  • Indukan Betina

Usahakan Anda mendapatkan indukan jangkrik yang betina dengan kondisi sungut atau antenna masih panjang dan lengkap yaitu dua sungut. Anda juga perlu melihat kakinya yang harus lengkap agar dapat melompat dengan tangkas, sehat, dan gesit. Jangkrik betina dengan badan dan bulu yang berwarna hitam mengkilap menunjukan bahwa indukan jangkrik tersebut dalam kondisi sehat. Usahakan Anda mendapatkan indukan jangkrik betina yang besar dan dapat mengeluarkan zat cair dari mulut dan duburnya ketika Anda pegang.

  • Indukan Jantan

Induk jangkrik yang jantan biasanya mengeluarkan suara mengerik yang bagus. Kondisi tubuhnya memiliki permukaan sayap atau punggung yang kasar dan bergelombang dan tidak memiliki ovipositor di bagian ekornya. (Baca juga: Cara Menanam Jeruk Nipis)

  • Nah, untuk pembuatan kandang, Anda perlu memasukan piring yang berisi pasir atau tanah. Karena, umumnya jangkrik betina meletakkan telur-telur mereka di tanah atau pasir.
  • Nah, untuk meletakkan jangkrik ke dalam kandang antara betina dengan jantan, perbandingannya adalah 10:2. Dengan lebih banyaknya jangkrik betina dibandingkan jangkrik jantan, maka daya tetasnya akan semakin tinggi.
  • 5 hari setelah si betina bertelur, sebaiknya Anda pisahkan indukan dari telur, agar tidak dimakan induknya sendiri.
  • Dan kandang yang buat telur, silahkan Anda semprot dengan larutan antibiotic (cotrymoxale). Satu kandang, cukup masukkan 1 sampai 2 sendok the atau sekitar 1500 sampai 2000 butir telur dalam satu kandang.
  • Dalam masa ini, telur ini awalnya berwarna bening, yang nantinya berubah menjadi berwarna keruh.
  • Anda juga perlu menjaga kelembaban telur dengan menyemprotkan antibiotic setiap hari. Telur juga harus dibolak-balik agar telur tidak berjamur yang dapat menyebabkan gagalnya menetas. Telur dapat menetas sekitar 4 sampai 6 hari sesudahnya.

Namun, jangan khawatir. Karena daya tetas jangkrik bisa mencapai 80 sampai 90 persen jika diberikan makanan yang bergizi. Pada umumnya setiap peternak selalu memiliki ramuan-ramuan khusus untuk induk jangkrik agar induk jangkrik dapat bertelur secara alami. Anda bisa menggunakan ramuan-ramuan ini di antaranya adalah ketan hitam, bekatul jagung, kuning telur bebek, tepung ikan, kalk, atau Anda juga bisa menggunakan vitamin jangkrik agar dia dapat tumbuh dan bertelur secara alami dengan baik.

Baca Juga:

4. Pemeliharaan Jangkrik

Untuk menjaga adanya zat-zat yang dapat menjadi racun bagi jangkrik-jangkrik Anda, ada baiknya Anda bersihkan terlebih dahulu kandang jangkrik agar zat-zat racun pada kandang tidak meracuni. Setelah kandang bersih, silahkan Anda olesi kandang dengan lumpur sawah. Karena lumpur sawah dapat menyerap zat-zat racun dari kandang. Ingatlah untuk meletakkan kaki kandang ke atas mangkuk yang berisi air.

Pada umumnya, perkembangbiakan jangkrik dilakukan dengan cara dikawinkan antara jangkrik induk betina dan jangkrik induk jantan. Bertelurnya pun ada yang secara alami dan ada juga secara Caesar. Namun, sangat disarankan untuk tidak Caesar. Karena Caesar dapat memberikan peluang kematian pada si betina dan daya tetas pada telur sangatlah rendah, karena telur yang diperoleh tidaklah merata tuanya.

Selain kandang yang bersih, Anda juga perlu memberikan makanan yang rutin pada jangkrik Anda agar gizi pada jangkrik Anda bergizi dan tidak menjadi kanibal nantinya. Jadi, begitulah cara budidaya jangkrik yang benar.

Baca Juga:

5. Pemberian Pakan Jangkrik

Anda bisa menggunakan voor atau makanan ayam untuk jangkrik yang berusia 1 sampai 10 hari. Anda bisa menggunakan voor yang terbuat dari kacang kedelai, beras merah dan jagung kering yang sudah dihaluskan.

Anda bisa menggunakan pakan jangkrik ini dengan menggunakan ubi, sayuran, singkong, atau dedaunan yang diberikan secara rutin dan selang-seling setiap harinya.

Setelah jangkrik melewati fase tersebut, Anda mulai bisa menggunakan pakan jangkrik berupa sayuran, jagung muda, dan gambas. Tapi, untuk jangkrik yang siap dikawinkan, hendaknya diberi makanan berupa sawi, wortel, jagung muda, kacang tanah, daun singkong atau ketimun. Intinya gunakan makanan yang mengandung banyak air.

Baca juga:

6. Pemeliharaan Kandang

Tak hanya merawat jangkrik, kandangnya pun juga perlu dirawat agar jangkrik dapat nyaman hidup dalam kandang tersebut. Silahkan Anda ganti mangkuk yang buat tatakan kaki kandang setiap 2 hari sekali. Anda pun juga perlu memperhatikan kelembaban kandang.

Dalam merawat jangkrik, jangkrik yang sudah dikeluarkan dari kotak penetasan berusia 10 hari harus-harus benar-benar diperhatikan makanannya. Karena pada masa usia tersebut, jangkrik dapat tumbuh dengan pesatnya.kalau makanannya kurang, maka nantinya akan dapat mengakibatkan anakan jangkrik menjadi kanibal dengan memakan anakan yang lemah.

Baca juga:

7. Pencegahan Hama dan Penyakit Jangkrik

Setelah Anda merawat kandang dan jangkrik pada budidaya jangkrik, sangat perlu Anda juga mengetahui beberapa hama dan penyakit yang dapat menyerang jangkrik Anda.

  • Memang, hingga sekarang belum juga ditemukan penyakit serius yang bisa menyerang jangkrik. Namun, pada umumnya penyakit yang timbul ini karena adanya jamur pada daun yang dibuat sebagai penutup kandang bagian pinggirnya. Namun, hama-hama jangkrik ini pada umumnya berupa semut atau serangga lain.
  • Jika Anda melihat jangkrik yang mulai terkena serangan penyakit yang disebabkan oleh jamur yang tumbuh dari daun, maka sebaiknya Anda membuang daun penutup kandang tersebut, dang anti daun yang baru. Jadi, Anda perlu mengganti daun penutup kandang secara rutin dan teratur.
  • Anda juga bisa menggunakan vaksin atau obat untuk jangkrik untuk meminimalkan jangkrik terkena penyakit atau hama.

Baca juga:

8. Panen Jangkrik

Jika dipikir-pikir, sebanarnya budidaya jamur ketika panen, kita dapatmemperoleh dua keuntungan. Yaitu, telur yang dapat dijual ke peternak jangkrik yang lainnya dan jangkrik dewasa yang dijadikan pakan burung atau ikan.

Kini saatnya Anda memanen dengan modal seminim mungkin untuk mendapatkan keuntungan sebesar mungkin dari budidaya jangkrik. Anda tak perlu khawatir, jika Anda pemula. Karena cara budidaya jangkrik di atas sangatlah mudah diterapkan oleh siapapun.

Berikut ini adalah cara budidaya jangkrik bagi pemula sebagai peluang bisnis: 

Itulah cara budidaya jangkrik yang bisa Anda gunakan sebagai referensi Anda dalam budidaya jangkrik. Selamat mencoba dan silahkan berkreasi jika punya cara lain yang lebih inovatif.

Baca Juga:

,
Oleh :
Kategori : Hewan