10 Cara Menanam Kacang Tanah Agar Berbuah Banyak

Kini, kita sering menjumpai berbagai blog khususnya blog mengenai budidaya dan pertanian yang memberikan informasi mengenai cara menanam kacang tanah. Namun, yang jadi pertanyaan adalah, apakah informasi tersebut benar? Itulah yang pertanyaan bagi semua orang khususnya para pemula yang menanyakan bagaimana cara menanam kacang tanah dengan baik dan benar juga mudah dilakukan.

Nah, di artikel kali ini, kita akan memberikan informasi dan pengetahuan mengenai cara menanam kacang tanah secara detil dan benar. Jadi, Anda tak perlu khawatir lagi jika kurang paham mengenai pertanian. Selain itu, cara-cara yang akan kita jabarkan di bawah ini sangat cocok untuk Anda yang pemula sekali pun. Apalagi di negeri kita ini banyak sekali jenis tanaman kacang tanah dan kacang tanah atau tanaman sejenisnya yang termasuk jagung, kedelai, dan padi, di Indonesia sangat banyak dan beragam ditanami dalam dunia pertanian. (Baca juga: Cara Menanam Daun Ketumbar)

Bahkan di Indonesia pun pertanian termasuk kacang tanah ini sudah masuk dalam dunia bisnis pertanian atau biasa disebut juga sebagai agrobisnis.

Kacang tanah yang memiliki bahasa latin Arachis Hypogaea ini pada umumnya ditanam dengan metode sela. Dalam dunia pertanian, metode sela biasa disebut sebagai metode tumpang sari. Nah, maka sebab itu, para petani lebih banyak menggunakan metode tumpang sari untuk menanam kacang tanah. Lagipula, menanam kacang tanah dengan menggunakan metode tumpang sari ini sangat baik untuk tanaman kacang tanah.

Baca juga:

1. Lahan Menanam Kacang Tanah

Untuk melakukan penanaman kacang tanah yang cocok adalah menanam tanaman di daerah yang memiliki ketinggian dari 50 sampai 500 meter di atas permukaan laut. Sehingga, dengan kata lain bahwa tanaman kacang tanah ini sangat cocok di daerah dataran rendah yang memiliki suhu tinggi. Maka, tanaman kacang tanah lebih cocok di musim kemarau dibandingkan musim hujan.

Namun, hal itu tidak menutup kemungkinan kalau tanaman kacang tanah ini tidak bisa ditanam di daerah yang memiliki ketinggian hingga 1500 meter di atas permukaan laut.

(Baca juga: Cara Budidaya Ikan Arwana)

Tapi, kebanyakan petani di Indonesia lebih memilih daerah dataran dataran rendah untuk menanam kacang tanah ini karena suhu yang stabil dan cocok untuk tanaman kacang tanah dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Tak hanya itu, bahwa tanaman kacang tanah ini sangat memerlukan sinar matahari secara penuh untuk membantu proses pertumbuhan dan perkembangannya agar ia dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dan sempurna juga berkualitas. Dengan adanya sinar matahari secara penuh, maka tanaman kacang tanah dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik dan maksimal. (Baca juga: Cara Menanam Kunyit)

Iklim

Selain memperhatikan lahan untuk menanam kacang tanah, Anda juga perlu Memperhatikan iklim dan cuaca saat menanam kacang tanah. Karena iklim dan cuaca juga sangat berpengaruh penting untuk pertumbuhan dan perkembangan kacang tanah yang Anda tanam hingga menghasilkan hasil panen yang berkualitas dan memuaskan untuk penghasilan Anda dalam agrobisnis Anda di bidang pertanian.

Perlu diketahui, bahwa tanaman kacang tanah ini sangatlah cocok dengan iklim yang memiliki intensitas sedang alias tidak terlalu rendah, dan juga tidak terlalu tinggi. Jadi, tanaman kacang tanah sangat tidak cocok dengan iklim yang ekstrim. Dengan kata lain, bahwa tanaman kacang tanah sangat cocok dengan daerah yang beriklim tropis. Itu sebabnya kenapa negeri kita yang beriklim tropis ini sangat cocok dan banyak para petaninya yang memilih membudidaya kacang tanah dibanding sayuran palawija lainnya.

Baca juga:

Curah Hujan

Tak hanya pada suhunya, bahkan curah hujan pun juga diperhitungkan dalam menanam kacang tanah untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dan maksimal. Dengan adanya curah hujan yang terlalu tinggi, maka tanaman kacang tanah yang Anda tanam akan sulit melakukan penyerbukan. Sehingga dapat menghambat perkembangbiakan tanaman kacang Anda.

Kelembaban

Selain menghambat penyerbukan dan perkembangbiakan, curah hujan yang tinggi juga dapat menghambat pengakaran yang terjadi pada tanaman kacang tanah. Dengan demikian, kacang tanah akan susah mengambil air dari dalam tanah. Apalagi ketika Anda menanam kacang tanah di daerah yang terlalu lembab. Hal ini akan mempersulit pertumbuhannya karena proses pengakaran pada tanaman kacang tanah akan terhambat. (Baca juga: Cara Budidaya Bunga Aster)

Sebenarnya yang membuat kacang tanah tersebut terhambat pertumbuhan dan perkembangannya bukan karena kelembaban tanah. Melainkan jamur dan berbagai penyakit yang menyerang tanaman, nah, jamur dan berbagai penyakit tersebut muncul karena adanya udara yang terlalu lembab di daerah tersebut.

Keadaan Tanah

Dalam menanam kacang tanah, kita juga perlu memperhatikan kondisi tanah yang kita gunakan sebagai media tanam kacang tanah kita. Jangan sampai kita menggunakan tanah yang kurang cocok dan malah membuat tanaman kacang tanah kita tidak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Maka dari itu, kita perlu memperhatikan kondisi tanah yang kita gunakan sebagai media tanam kacang tanah. (Baca juga: Cara Budidaya Durian)

Tanah yang baik sebagai media tanam kacang tanah adalah tanah yang gembur. Tanah yang gembur ini adalah tanah yang sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang tanah. Hal ini dikarenakan adanya unsur hara yang di antaranya adalah Pospat, Kalium, dan Nitrogen yang cukup. Sehingga kebutuhan dan nutrisi tanaman kacang tanah pun terpenuhi dari beberapa unsur hara dalam tanah tersebut.

  • Tingkat Keasaman

Adanya tanah yang gembur, membuat tanaman kacang tanah dapat berkembang dengan baik dan tumbuh memanjang ke dalam tanah dengan leluasa. Selain itu, tanaman kacang tanah sangat cocok dengan tanah yang memiliki keasaman tanah sekitar 5 sampai 6,3 pH.

(Baca juga: Cara Menanam Kencur)

  • Unsur Ca

Jika Anda menginginkan hasil yang maksimal dari budidaya kacang tanah ini sebenarnya cukup mudah. Cukup berikan unsur Ca pada tanah yang Anda gunakan sebagai media tanam kacang tanah. Dengan Anda me-supply unsur Ca pada tanah yang Anda gunakan sebagai media tanam kacang tanah, membuat tanaman kacang tanah Anda dapat berbuah dengan maksimal dan baik. Hal ini dikarenakan bahwa unsur Ca dapat membantu produktivitas tanaman kacang tanah.

  • Dolmit dan Kapur

Selain unsur Ca, Anda juga bisa memberinya dolomit atau kapur pada tanah yang Anda gunakan. Namun, sebenarnya dolomit ini hanya digunakan ketika kondisi tanah memiliki tingkat keasaman yang tinggi alias kadar pH terlalu tinggi sehingga membuat tanaman kacang tanah ini terhambat pertumbuhannya. Nah, sedangkan kapur, bisa Anda gunakan jika kondisi tanah memiliki kelembaban yang terlalu tinggi alias tanah yang terlalu basah. Kedua unsur tersebut dapat menetralkan dan menyesuaikan kondisi tanah yang sesuai dengan tanaman kacang tanah.

  • Unsur N

Unsur lain yang dapat membantu pertumbuhahn dan perkembangan tanaman kacang tanah adalah unsur N. Memang sih, kalau tanaman kacang tanah ini mempunyai bintil akar akar yang mana bintil tersebut dapat digunakan sebagai tempatnya para bakteri Rhizobium berkembang, yang mana bakteri-bakteri tersebut dapat menghasilkan unsur N. Namun, untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman kacang tanah, Anda juga memerlukan yang namanya unsur N ini.

Sebenarnya, unsur N ini sangat dibutuhkan ketika pada awal tahap menanam kacang tanah. Jadi, ketika Anda hendak menanam kacang tanah, sebaiknya Anda siapkan dan tambahkan unsur N pada media tanam kacang tanah. Jika Anda menambahkan unsur N pada media tanam kacang tanah ini, Anda bisa mengoptimalkan pertumbuhan hingga 85% lebih cepat dibandingkan tidak menambahkan unsur N.

(Baca juga: Cara Menanam Tebu)

Jadi, dari beberapa penjelasan di atas mengenai lahan apa yang cocok untuk menanam kacang tanah dapat disimpulkan sebagai berikut:

  • Kacang tanah cocok di dataran tinggi 50 sampai 500 meter di atas permukaan laut,
  • Membutuhkan sinar matahari secara penuh,
  • Iklim sedang adalah iklim yang tepat untuk menanam kacang tanah,
  • Curah hujan yang sedikit, dengan kata lain menanam kacang tanah tepatnya di musim kemarau,
  • Kelembaban yang rendah,
  • Tanah gembur dan tingkat keasaman sekitar 5 sampai 6,3 pH,
  • Terdapat unsur hara pada tanah, dan
  • Unsur tambahan seperti unsur Ca, dolmit atau kapur, dan unsur N.

Baca Juga:

2. Memilih Bibit Kacang Tanah

Dalam tahap pemilihan bibit, Anda bisa mengambil bibit kacang tanah dari tanaman kacang tanah yang sudah tua. Ya, kira-kira tanaman kacang tanah yang sudah mencapai usia sekitar 100 hari. Berikut ini adalah ciri-ciri tanaman kacang tanah yang bisa Anda gunakan sebagai bibit kacang tanah:

  • Kacang tanah yang mulai terlihat warnanya seperti kehitaman, dan
  • Kacang tanah ketika dibuka, terdapat selaput dara,

Jadi, agar Anda tidak bekerja dua kali, sebaiknya Anda melakukan sortie kacang tanah saat masa panen tiba. Jadi, ketika Anda memanen kacang tanah, sebaiknya Anda sortir kacang tanah mana yang sekiranya bisa Anda gunakan sebagai benih kacang tanah. Silahkan Anda sortir sesuai dengan ciri-ciri yang yang sudah disebutkan di atas. (Baca juga: Cara Menanam Jahe)

Setelah benih sudah Anda dapatkan, lanjut ke proses berikut ini:

  • Jemurlah benih kacang selama 3 sampai 5 hari di bawah terik matahari langsung,
  • Setelah dijemur, simpanlah benih kacang tanah selama 3 sampai 6 bulan. Saat proses penyimpanan benih kacang, jangan sampai cangkang kacang terbuka, agar benih sudah benar-benar matang saat hendak ditanam.
  • Kemudian, buka cangkang kacang tanah, dan
  • Benih sudah siap untuk ditanam.

Baca juga:

3. Pengelolahan Tanah Secara Organik

Dalam budidaya atau menanam kacang tanah, tidak salahnya kita mengelolah tanah sebagai media tanam kacang tanah ini secara organik. Dengan menggunakan cara organik, Anda akan mendapatkan kacang tanah yang berkualitas organik dan lebih terlihat alami tanpa adanya bahan-bahan lain. (Baca juga: Cara Menanam Cabe Keriting)

Berikut ini adalah cara dan tahap dalam proses pengelolahan tanah secara organik:

  • Menggemburkan tanah,
  • Menaburkan kapur atau dolomit pada tanah,
  • Melakukan pemupukan awal yang dicampuri ke tanah,
  • Membuat bedengan jika tanah rawan akan genangan air,
  • Penaburan benih dengan jarak 25 x 25 cm, dan
  • Penyiraman tanaman kacang tanah.

Berikut ini akan kita jelaskan cara menanam kacang tanah secara organik lebih detilnya.

Baca juga:

4. Menggemburkan Tanah

Gemburkan tanah sebagai media tanam terlebih dahulu, agar kacang tanah dapat dibudidaya dengan kualitas yang maksimal. Dalam menggemburkan tanah, Anda bisa menggunakan cangkul. Selain menggunakan teknik cangkul, Anda pun juga bisa menggunakan teknik membajak. Usahakan dalam membajak atau menggemburkan tanah, butiran tanah sampai menjadi lebih halus strukturnya. (Baca juga: Cara Menanam Jeruk Nipis)

5. Menaburkan Kapur atau Dolomit

Setelah tanah sudah tampak gembur, selanjutnya Anda bisa menaburkan dolomite atau kapur pada tanah sebagai media tanam kacang tanah Anda. Ingat! Jika keasaman tanah tinggi, maka Anda bisa menaburkan kapur, dan jika tanah terasa kelembabannya terlalu tinggi, maka Anda bisa menaburkan dolomit pada tanah tersebut. Takaran untuk kapur atau dolomit, per hektar tanah dapat ditaburi sebanyak 2 ton.

Baca Juga:

6. Pemupukan Awal

Dalam proses pemupukan awal, Anda bisa menggunakan pupuk kandang atau kompos. Pupuk yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman adalah pupuk yang sudah matang. Usahakan untuk mendapatkan pupuk matang yang benar-benar murni. Jadi, carilah pupuk kandang atau kompos yang sudah matang di toko pertanian.

Baca juga:

Anda juga bisa menambahkan dengan pupuk kandang yang terbuat dari kotoran hewan-hewan ternak seperti ayam, sapi, dan kambing. Sebenarnya, Anda juga bisa memilih salah satu dari ketiga pupuk tersebut, bahkan juga mencampurkannya dari ketiga pupuk tersebut yaitu pupuk kandang murni, kompos murni, dan pupuk kandang yang masih mentah.

Campurkan pupuk-pupuk tersebut ke tanah yang sudah Anda siapkan sebelumnya sebagai media tanam kacang tanah. (Baca juga: Cara Budidaya Ayam Petelur)

7. Membuat Bedengan

Dalam menanam kacang tanah, Anda bisa menggunakan bedengan atau tidak menggunakannya juga tidak jadi masalah. Karena, pada dasarnya bedengan merupakan alat untuk antisipasi adanya genangan air yang berlebih. Jadi, Anda bisa tidak menggunakan bedengan jika tanah dirasa tidak rawan akan genangan air. (Baca juga: Cara Menanam Jambu Biji)

Genangan air yang berlebih dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang tanah dan membuatnya memiliki buah yang kurang berkualitas. Apalagi, tanaman kacang tanah sangat membutuhkan kondisi tanah yang drainase agar dapat berkembang secara maksimal.

Baca Juga:

8. Penunggakan

Dalam menanam kacang tanah, Anda bisa menggunakan sistem penunggakan tanaman dengan ketentuan jarak sekitar 25 x 25 cm. Anda bisa menaburi atau memberi satu benih kacang tanah pada setiap lubang. Jadi, jika dikalkulasikan, bahwa lahan yang seluas 1 hektar, akan membutuhkan benih sebanyak kira-kira 50 kg benih.

Baca juga:

9. Penyiraman

Jika benih sudah tertaburi semuanya, jangan lupa untuk melakukan penyiraman secara rutin setiap hari. Penyiraman yang baik untuk tanaman kacang tanah adalah di waktu pagi dan sore hari. Karena pada waktu tersebut, sinar matahari tidak kontak langsung dengan tanaman. Selain itu, sinar matahari yang cukup untuk pertumbuhan tanaman kacang tanah di masa penyiraman. (Baca juga: Cara Menanam Bunga Asoka)

Umumnya, tanaman kacang tanah akan mulai berkecambah atau tumbuh setelah 4 sampai 7 hari setelah proses penanaman.

10. Panen

Anda sudah bisa memulai pemanenan kacang tanah Anda, jika kacang tanah Anda sudah mencapai usia sekitrar 90 hari setelah proses penanaman. Berikut ini adalah ciri-ciri dari kacang tanah yang sudah siap untuk dipanen:

  • Kacang tanah sudah mulai terasa keras atau mengeras,
  • Daun tanaman sudah mulai berwarna kuning dan berguguran,
  • Anda bisa cek kacang tanah dengan mengambil secara acak, jika kacang tanah terisi penuh, maka kacang tanah siap dipanen.

Lihat juga panduan lengkapa cara menanam kacang tanah berikut ini:


Itulah penjelasan dari kita mengenai cara menanam kacang tanah. Cara-cara tersebut merupakan cara menanam kacang tanah yang sangat mudah untuk diterapkan, sekalipun untuk orang pemula dalam ilmu budidaya. Salam budidaya!

Baca Juga: