10 Cara Menanam Cabe Rawit di Pot (Mudah)

Cabe rawit, siapa yang tak kenal dengan tanaman yang satu ini. Bagi anda para pecinta kuliner pedas, tentunya anda pasti sangatlah familiar dengan bahan pangan ini. Cabai kathur atau yang biasa dikenal dengan nama cabai rawit merupakan buah dari tumbuhan anggota Genus Capsicum.

Banyak orang menggunakan cabe rawit sebagai penambah rasa pedas pada masakan mereka, dengan rasa pedas yang ada pada makanan maka dipercaya dapat menambah nafsu makan dan makanan pun akan terasa lebih nikmat. Berbeda dengan cabe lainnya, cabe rawit cenderung memiliki ukuran lebih kecil dengan rasa yang lebih pedas jika dimakan. Buak cabe rawit sendiri berwarna hijau dan berubah warna menjadi merah saat matang.

Baca Juga:

Banyak sekali orang mencari cabe rawit, di Indonesia sendiri cabe rawit sudah menjadi bahan pelengkap wajib yang digunakan sebagai bumbu ataupun sambal. Walaupun banyak sekali orang yang mencarinya, cabe rawit sangat mudah untuk didapatkan. Dipasaran sendiri, di setiap warung kelontong pasti menyediakan cabe rawit. Selain menjadi bahan wajib pelengkap bumbu masak, adapun kandungan gizi pada cabe rawit sehingga cabe rawit selalu digemari oleh masyarakat.

Kandungan Gizi Cabe Rawit

  • Vitamin C, B6, A, E dan K
  • Zat Besi
  • Kalium

Selain di atas, masih banyak sekali kandungan gizi yang terdapat pada cabe rawit, hanya dengan mengkonsumsinya maka dengan adanya zat gizi tersebut anda juga akan mendapatkan banyak sekali manfaat serta khasiat. Selain mudah dicari, ternyata cabe rawit memiliki banyak sekali manfaat serta khasiat yang baik untuk kesehatan anda. Berikut adalah khasiat dan manfaat yang dapat anda dapatkan dari cabe rawit.

Baca juga:

Khasiat Cabe Rawit

Banyak sekali bukan khasiat dari mengkonsumsi cabe rawit?. Banyaknya khasiat yang terdapat pada cabe rawit membuat banyak orang semakin gencar mengkonsumsinya walaupun rasanya yang sangat pedas. Walaupun mudah sekali kita menjumpai cabe rawit dipasaran, namun setiap tahunnya harga cabe rawit selalu naik.

  • Mempercepat metabolisme tubuh
  • Membantu meringankan kerja jantung
  • Mempercepat pertumbuhan rambut
  • Meringankan serta mengatasi rasa nyeri
  • Membantu proses diet serta dapat menurunkan berat badan dengan cepat dan efektif

Kenaikan harganya pun terbilang sangat drastis, sehingga membuat harga cabe rawit lebih mahal disbanding dengan harga bumbu dapur lainnya. Bukan hanya para pedagang saja yang mengeluh karena rugi lantaran pembeli agak berkurang, tetapi para konsumennya pun juga turut mengeluh. Dengan terpaksa mereka mengurangi jumlah takaran cabe yang dikonsumsi. Namun bagi anda pecinta pedas, anda tidak perlu khawatir. Anda bisa mendapatkan cabe rawit tanpa harus mengeluarkan biaya mahal. Dengan menanam cabe rawit di rumah, anda pun tidak perlu bersusah payah untuk pergi ke pasar. Di rumah anda bisa menanam cabe dalam pot- pot kecil. Dan berikut adalah cara menanam cabe rawit di pot.

Baca juga:

1. Pembibitan / Pembenihan Cabe Rawit 

Ada dua cara dalam proses pembenihan dalam menanam cabe rawit dalam pot. Yaitu dengan cara membelinya di pasar benih ataupun mengambilnya dari cabe rawit yang telah matang. Berikut adalah ulasannya :

  • Untuk biji yang dibeli di pasar benih, anda bisa langsung membuka kemasannya dan memilih biji yang baik untuk disemaikan.
  • Setelah biji dipilih, rendamlah dulu dalam air selama kurang lebih 4 hingga 7 jam, hal ini bertujuan untuk menghentikan proses dormansi pada biji. Sehingga biji cabe rawit dapat bertunas dengan baik.
  • Setelah direndam, kemudian biji dikeringkan menggunakan tisu. Dan biji siap untuk disemaikan.
  • Berbeda jika anda memilih menggunakan biji cabe rawit dari buahnya. Pertama pilih buah cabe yang sudah tua dengan kondisi yang agak sedikit mongering pada ujungnya.
  • Setelah itu keluarkan semua biji cabenya. Lalu cuci bersih dan hilangkan lendirnya. Setelah itu jemur sebentar hingga kering dan biji siap untuk disemaikan.
  • Adapun tips memilih biji cabe rawit yang baik yaitu perhatikan biji saat direndam. Biji yang baik akan tenggelam dan yang berkualitas buruk akan mengapung. Pilihlah biji yang tenggelam.

Baca juga:

2. Penyemaian Cabe Rawit 

Langkah berikutnya setelah selesai memilih biji cabe rawit dengan kualitas baik, lakukan lah penyemaian. Proses ini sangat penting ketika anda menanamnya dalam pot. Cara menanam cabe rawit di pot dalam tahap penyemaian adalah:

  • Siapkan wadah atau trai semai yang bersih.
  • Isi wadah atau trai tersebut menggunakan tanah humus dan pupuk berbanding 3:1. Untuk tanah sendiri bisa anda siapkan jauh hari sebelum memilih biji yaitu sekitar 4 hingga 7 hari. Pupuk yang digunakan sebaiknya adalah pupuk organic seperti pupuk kandang ataupun kompos.
  • Setelah media semai siap, sebar biji cabe rawit pada media semai.
  • Taruhlah pada tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung, bila perlu hindarkan dari sinar matahari.
  • Siramilah benih cabe rawit dan tunggu hingga tunasnya muncul.
  • Untuk penyemaiannya sendiri perkirakanlah jarak biji cabe yang anda tebar, kurang lebih sekitar 3x4cm atau 4x4cm.
  • Tunas cabe rawit akan muncul dalam waktu 7 hingga 10 hari.

Baca juga:

3. Media tanam Cabe Rawit 

Untuk media tanam cabe rawit sendiri, anda hanya perlu menyediakan pot- pot berukuran sedang. Selain itu adapun yang harus anda lakukan yaitu :

  • Siapkan tanah humus yang dicampur sekam, arang, sekam mentah, pupuk organik, bisa pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 3:2:1:1 .
  • Setelah campuran tanah media tanam siap, isi pot berukuran sedang sebanyak setengah bagian.
  • Sebaiknya media tanam disiapkan selama 7 hingga 10 hari setal proses penyemaian sudah bertunas.
  • Untuk pot sedang yang baik digunakan yaitu pot dengan diameter 30cm.

Selanjutnya, mari memulai cara menanam cabe rawit di pot.

4. Penanaman Cabe Rawit 

Langkah berikutnya setelah anda menyiapkan media tanam, anda bisa sesegera mungkin menanam bibit cabe rawit pada media pot. Berikut cara menanam cabe rawit di pot:

  • Ambil bibit cabe rawit yang memiliki kualitas baik. Cirinya tidak ada daun yang kuning pada tunas cabe rawit dan akarnya tidak busuk.
  • Setelah itu buatlah lubang lubang kecil pada pot berisi tanah.
  • Tanam bibit tersebut dan tambahkan lagi campuran tanah hingga menutupi setengah bagian batang cabe rawit.
  • Untuk proses menanam caberawit yang baik anda bisa menanamnya di sore hari agar mudah dalam penghitungan penyiramannya nantinya.
  • Jangan lupa untuk menancapkan sebilah bambu sebagai penunjang agar tanaman cabe dapat berdiri lebih kokoh dan tidak mudah goyang ataupun patah jika terkena angin.

5. Perawatan tanaman Cabe Rawit

Setelah anda berhasil melakukan proses penanaman dengan baik dan benar, langkah selanjutnya yang harus anda perhatikan yaitu proses perawatan pada tanaman cabe rawit. Untuk perawatannya untuk terbilang mudah, namun anda juga harus tetap berhati- hati. Untuk mendapatkan hasil panen dengan buah cabe yang melimpah walau dalam pot berikut merupakan ca perawatannya.

Baca juga:

6. Penyiraman Cabe Rawit 

Sama halnya ketika anda menanam tanaman lain seperti bunga ataupun sayuran, menanam cabe rawit juga perlu penyiraman. Berikut adalah cara serta tips penyiraman agar cabe rawit yang anda tanam berbuah rimbun :

  • Untuk anda para ibu rumah tangga, anda pastinya familiar dengan yang namanya air bekas cucian beras. Air ini sangat bermanfaat bagi kesuburan buah cabe rawit yang anda tanam. Banyaknya kandungan mineral dalam air cucian beras sangat berguna bagi tanaman cabe rawit.
  • Cukup siramkan air bekas cucian beras ke pot- pot cabe rawit setiap harinya pada pagi hari ketika anda memasak nasi.
  • Untuk sorenya, anda hanya perlu menyiram tanaman cabe awit menggunakan air biasa.
  • Secara rutin siramlah sebanyak 2 kali dalam sehari.

7. Pemupukan Cabe Rawit 

Untuk merawat tanaman cabe rawit agar tetap subur dan berbuah rimbun, maka anda perlu sekali untuk melakukan pemupukan susulan. Pemupukan ini dilakukan setiap kurang lebih 7 hingga 10 hari. Dengan begitu pertumbuhan serta kesuburan tanaman cabe rawit anda akan tetap terjaga.

8. Penyiangan Cabe Rawit 

Walaupun anda tidak menanam tanaman cabe di ladang ataupun tegal, anda juga perlu melakukan proses penyiangan terhadap tanaman cabe rawit. Namun proses penyiangan yang ilakukan berbeda karena tanaman berada dalam pot. Anda hanya perlu membersihkan beberapa rumput yang tumbuh serta membuang daun cabe yang mongering dan layu. Lakukanlah penyiangan setiap 7 hari sekali atau anda juga bisa melakukan penyiangan selagi memupuk agar lebih praktis.

Baca juga:

9. Pemberantasan Hama Cabe Rawit 

Seperti tumbuhan lainnya, cabe juga memiliki hama, hama cabe rawit yang tumbuh di dalam pot biasanya meliputi belalang dan ulat pemakan daun. Cara untuk mengatasinya :

  • Untuk mengatasi hama ulat, anda cukup memotong daun yang berulat menggunakan gunting dan membersihkan kotoran ulat agar ulat daun tidak datang lagi.
  • Untuk mengatasi belalang, anda dapat menyemprotkan pestisida secukupnya atau anda dapat menyiram daun cabe dengan air kunyit.
  • Air kunyit memiliki bau rempah yang khas sehingga serangga tidak akan mau mendekat.

10. Panen Cabe Rawit 

Cabe rawit di dalam pot tentunya berbeda dengan cabe rawit yang ditanam di ladang. Untuk tanaman cabe rawit yang ditanam dalam pot dapat dipanen kurang lebih sekitar 90 hari pada penanaman pertama dan 30 hari untuk panen berikutnya. Cara panen cabe rawit dalam pot :

  • Anda dapat memanennya dengan memetik menggunakan gunting tanaman atau lebih praktis memetiknya menggunakan tangan.
  • Anda hanya disarankan untuk memetih buah namun hindarilah untuk mencabut buah cabe rawit karena itu akan mempengaruhi kekuatan akar yang menunjang tanaman cabe. Jika anda memetik atau mencabutnya dengan kasar maka tanaman cabe rawit akan semakin kehilangan kekokohan akarnya.
  • Hindari pemetikan cabe rawit yang masih telalu muda karena blm siap petik.
  • Cara pemilihan buah cabe rawit yang baik yaitu cebe berwarna merah mengkilap dengan permukaan yang bersih dan mulus.

Baca juga:

Berikut ini adalah panduan lengkap cara menanam cabai rawit di pot:


Itulah cara mudah menanam cabe rawit di pot serta cara perawatan yang baik dan benar. Dengan mengaplikasikannya maka anda akan mendapatkan hasil yang berlimpah. Sehingga anda tidak perlu khawatir dengan harga cabe rawit di pasaran yang selalu naik dengan harga yang mahal. Anda hanya perlu memetik saja cabe rawit yang sudah anda tanam dengan begitu anda pun tidak perlu repot- repot untuk pergi ke pasar, selamat mencoba.